Semua Berawal dari Mimpi

    Semua Berawal dari Mimpi

    Jangan pernah takut bermimpi. Itulah prinsip yang dipegang H Supian Hadi, S. Ikom. Mimpi yang mungkin bagi sebagian orang menjadi hal tidak mungkin, baginya justru menjadi penyemangat untuk mengejar mimpi.

    Dia sudah membuktikannya. Berawal dari mimpi, motivasi tinggi berbuah manis dan telah mengantarnya pada posisi yang sangat penting di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam usia relatif masih muda yaitu 34 tahun, Supian Hadi berhasil menduduki kursi bupati, kursi yang menjadi incaran para politikus di daerah ini. Jadilah dia bupati termuda di Kalteng saat itu setelah memenangi pemilu kepala daerah 2010 yang diikuti tujuh pasang calon.

    Setelah dilantik pada Oktober 2010 silam, Supian bersama pasangannya yaitu HM Taufiq Mukri yang dikenal dengan pasangan SAHATI, langsung bergerak membuat gebrakan dalam pembangunan Kotim, sesuai dengan visi dan misinya ”Bergerak Cepat Membangun Kotim”. Berbagai perubahan dilakukan oleh pemimpin muda ini, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan serta program pembangunan lainnya.

    Menjadi pemimpin di usia muda memang bukan perkara mudah baginya. Berbagai pro dan kontra terus membayangi kepemimpinan Supian Hadi. Hal ini yang membuat kesan baginya, meski mendapatkan tekanan itu. Tekad gigihnya dengan niat untuk membangun Bumi Habaring Hurung ini, akhirnya memberikan bukti selama hampir lima tahun kepemimpinannya, perubahan pembangunan Kotim cukup pesat.

    “Sebenarnya semua pekerjaan itu berkesan, ini semua dimulai dari niat dan tanggung jawab, cuma yang paling berkesan bagi saya, kebijakan yang saya buat itu selalu hebohnya luar biasa. Tanggapan miring dari pihak A dan B luar biasa, bahkan itu berlangsung berbulan-bulan, itu yang sangat berkesan bagi saya. Tetapi setelah orang melihat kenyataannya, baru orang mengatakan oh iya-ya,” ucap Supian Hadi.

    Bupati yang banyak dikritik karena ide-idenya dianggap hanya sebuah mimpi ini, tidak patah arang. Dia justru termotivasi untuk membuktikan kepada semua orang bahwa apa yang dimimpikannya adalah bukan hal mustahil untuk diwujudkan, meski itu juga bukan perkara mudah.

    Bupati yang pada Sabtu (21/2/2015) ini tepat berusia 39 tahun ini membuktikan bahwa usia muda bukan berarti tidak mampu menjadi pemimpinan. Kemajuan Kotim yang cukup signifikan setidaknya menjadi pembuktian kemampuannya bersama jajarannya dalam membangun daerah ini. Meski begitu, dia merasa masih banyak yang harus dibenahi dan ditingkatkan. Namun sekali lagi dia menegaskan, mimpi-mimpi itu bukanlah hal mustahil untuk diwujudkan. (bro/200215/beritasampit.com)