Kemdikbud Gandeng Lembaga Adat Perkuat Bahasa Indonesia

    Kemdikbud Gandeng Lembaga Adat Perkuat Bahasa Indonesia

    JAKARTA – Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggandeng lembaga-lembaga adat di Tanah Air untuk memperkuat Bahasa Indonesia.

    “Kemdikbud menargetkan Bahasa Indonesia menjadi perajut masyarakat di Asia Tenggara,” ujar Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Mahsun MS, di sela seminar di Jakarta, Selasa (18/8/2015).
    Oleh karena itu, sebelum didorong menjadi bahasa pemersatu ASEAN, maka Bahasa Indonesia harus diperkuat di dalam terlebih dahulu dan lembaga adat memiliki potensi itu.
    Lembaga adat memiliki peranan penting dalam memperkuat Bahasa Indonesia, karena lembaga adat yang memasyarakatkan Bahasa Indonesia yang baku pada masyarakat.
    “Hingga saat ini, banyak bermunculan bahasa yang tidak baku misalnya bahasa “alay”, tidak masalah dibiarkan berkembang karena ada bahasa baku yang mengawalnya,” terang dia.
    Untuk merealisasikan target Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu di Asia Tenggara, pihaknya melakukan berbagai upaya diantaranya memperkuat Bahasa Indonesia di masyarakat.
    Cara memperkuatnya dengan kegiatan literasi, standarisasi uji kemahiran Bahasa Indonesia, penyusunan berbagai kamus, kajian kebahasaan, serta pengembangan pengajaran Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Indonesia dan berbagai negara.
    Dia menjelaskan pada era integrasi ASEAN, negara Indonesia memerlukan kebijakan strategi dan diplomasi kebahasaan untuk memajukan Bahasa Indonesia agar menjadi bahasa sesama warga MEA.
    “Oleh karena itu, diplomasi budaya perlu dijalankan antara lain warga Indonesia yang telah tersebar di luar negeri. Penyebaran bahasa negara ini merupakan pemanfaatan potensi bahasa sebagai wujud keikutsertaan Indonesia memajukan dunia, khususnya kawasan ASEAN,sesuai dengan cita-cita proklamasi,” terang dia.
    Ketua Bundo Kandung Sumatera Barat, Puti Reno Raudha Taib, mengatakan pihaknya mendukung Bahasa Indonesia dijadikan bahasa pemersatu ASEAN.
    “Tentunya kita bangga jika Bahasa Indonesia dijadikan bahasa pemersatu ASEAN, karena itu menyangkut marwah kita,” kata Puti Reno.
    Puti mengatakan setuju jika lembaga adat diikutsertakan dalam memperkuat Bahasa Indonesia. (ant/180815/beritasampit.com)