Hujan Buatan Efektif Kurangi Kabut Asap

    Hujan Buatan Efektif Kurangi Kabut Asap

    PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Rawang menyatakan hujan buatan efektif mengurangi kabut asap yang hingga kini masih terjadi di daerah itu.

    “Hujan buatan sangat efektif bila dilakukan menyeluruh. Jangan hanya dilakukan di tempat tertentu saja. Sebab, seperti diketahui wilayah Kalteng terjadi kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa bulan terakhir,” katanya di Palangka Raya, Rabu (2/9/2015).
    Provinsi ini terkenal miliki lahan gambut sehingga bila terjadi kebakaran hutan dan lahan akan cepat terbakar, dan dampak kabut asap pun akan terjadi hingga meluas sampai ke Negara lain. Cuaca seperti angin kencang menjadi kendala melakukan hujan buatan.
    Oleh sebab itu, pihaknya berharap pemerintah daerah mengatur langkah strategis dan bijak dalam menanggulangi kabut asap yang hingga kini dapat di kategorikan tidak sehat khususnya di Palangka Raya.
    Sementara itu, warga Kota Palangka Raya, berharap adanya hujan buatan dapat mengurangi kebakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap semakin hari semakin parah.
    “Kami berharap pemerintah bisa melakukan upaya penaburan garam pembuat hujan buatan, karena semakin hari Kota Palangka Raya sudah diselimuti kabut asap bercampur debu,” kata warga Jalan Diponegoro Kecamatan Pahandut, Darliana.
    Dia mengatakan, pagi dan malam hari dia merasakan sesak nafas dan bercampur batuk akibat menghirup asap dan debu. Pemerintah diharapkan membuat hujan buatan guna mengurangi asap akibat kebakaran lahan yang terjadi di daerah tersebut.
    “Saya hanya prihatin pada cucu, apabila pagi hari maupun malam hari terus menghirup udara yang tidak bersih, terutama asap bercampur debu,” katanya.
    Warga lainnya Litawati mengharapkan hujan buatan mengguyur deras di “Kota Cantik” Palangka Raya dan mampu membersihkan kabut asap serta debu.
    “Saya berharap hujan buatan bisa terjadi. Sebab, ketika ingin keluar rumah harus selalu berhadapan dengan asap bercampur debu sehingga membuat mata perih dan nafas terasa sesak,” kata ibu satu anak itu.
    Dia menilai, kebakaran lahan yang mengakibatkan asap bercampur debu masih terjadi, khususnya di Kota Palangka Raya. Ketika melintas di Jalan RTA Milono, Tjilik Riwut dan Mahir Mahar, kebakaran lahan, dan mengakibatkan kabut asap di langir kota.
    “Saya selaku ibu rumah tangga sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Bayangkan lahan yang terbakar ratusan hektare dan bisa lebih ribuan hektare yang terbakar dan hanya berharap dari beberapa personel pemadam kebakaran, apakah ini mampu menekan kabut asap,” tandasnya.(ant/020915/beritasampit.com)