SAHATI Diprediksi Menang Telak di Pilkada Kotim

       SAMPIT – Pasangan petahana Supian Hadi dan Taufiq Mukri yang populer dengan sebutan SAHATI masih menjadi pilihan utama masyarakat Kotim di Pilkada tahun 2015 ini. Hal tersebut berdasarkan pada survei yang dilakukan oleh LSKP, anak perusahaan Lingkaran Survei Indonesia (LSI Network).
    Survei yang mengukur tingkat popularitas, Preferensi dan elektabilitas. Pada saat dilakukan survei, paslon petahana yang diusung parpol PDI-P, Nasdem, Gerindra, Demokrat, dan PKS ini mengungguli tiga pasangan calon lainnya. Pasangan lainnya itu adalah Muhammad Rudini-H.  Supriadi, Muhammad Arsyad-H Nadiansyah, dan

    Djunaidy Drakel-Hariyanto.
    “SAHATI didukung 73,3% sedangkan pasangan lainnya kurang dari 10%, seperti Zamrud hanya 4,8%, Madani 3,4%, dan Djuara 0,5%,” ujar Sunarto Ciptoharjono, Direktur LSKP-LSI Network, di Hotel Idola, Sampit, Minggu (20/9/2015).
    Hasil ini didapat dari survei yang dilakukan antara tanggal 7 sampai 12 September 2015. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner sebanyak 440 responden yang tersebar pada 17 kecamatan di wilayah Kotawaringin Timur. Metode yang digunakan adalah sampel acak bertingkat (Multistage Random Sampling) dengan margin error ± 4,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.

       “Dukungan Supian Hadi-Taufiq Mukri merata di seluruh wilayah Kotim,” kata Sunarto.
    Menurut Sunarto, dukungan terhadap Supian Hadi-Taufiq Mukri menguasai hampir seluruh segmen pemilih, mulai dari gender, agama, suku, pekerjaan hingga segmen pendidikan.
    Tingginya elektabilitas Supian Hadi-Taufiq Mukri disebabkan karena tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan selama menjadi bupati/wakil bupati.

       “Sebanyak 84% masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja incumbent. Hanya 12,8% saja yang menyatakan tidak puas, sedangkan 3,2% sisanya menjawab tidak tahu,” kata Sunarto.
    “Yang menarik adalah, dari survei yang sudah dilakukan LSKP-LSI Network, pasangan Supian Hadi-Taufiq Mukri tidak mengalami penurunan suara meskipun kompetitor sudah melakukan sosialisasi yang terlihat massif. Kemungkinan strategi yang sudah dijalankan oleh kompetitor baru mampu menggeser suara swing voters,“ kata Sunarto.

       Pilkada Kotawaringin Timur yang akan diselenggarakan pada pilkada serentak 9 Desember 2015 nanti akan membuktikan sejauh mana strategi masing-masing kandidat bekerja secara efektif.

       “Kunci kemenangan pilkada Kotim ini meyakinkan pemilih potensial bahwa kehadirannya mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di kabupaten ini,”
    kata Sunarto. (dua/200915/beritasampit.com)