Sempat Dirawat 18 Jam, Pria dengan Luka Bakar Tewas

    SAMPIT – Seorang pria dengan luka bakar hampir 90 persen di sekujur tubuhnya, tewas, setelah mendapat perawatan di RSUD Dr Murjani Sampit Kabupaten KotawaringinTimur selama hampir 18 jam, Minggu (4/1) sore. Pria tersebut diketahui bernama Ferri Bastian (31) asal Seragen, Jawa Tengah. Ferry sebelumnya ditemukan warga dengan luka bakar di dalam toilet sebuah barak di Jalan Muchran Ali Kecamatan Baamang, Minggu (3/1), sekitar pukul 18.30 WIB.

    Polisi yang mengetahui hal ini langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, dengan meminta keterangan beberapa orang saksi.   “Belum bisa kami pastikan apakah korban sengaja membakar diri atau dibakar. Namun saat ditemukannya korban oleh warga, di dalam barak tersebut ada seorang perempuan, yang hingga saat ini masih dicari keberadaannya,” ujar Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP M Ali Akbar, Senin (4/1).

    Ferry ditemukahan dengan kondisi penuh luka bakar, setelah warga sebelumnya mendengar kegaduhan  dari dalam barak yang ditinggali korban. Saat itu  kondisi barak dalam keadaan terkunci. Setelah seorang perempuan membukakan pintu, warga pun terkejut melihat kondisi korban yang sudah tidak berdaya dengan penuh luka kabar. Sempat ditanya warga, perempuan itu mengatakan jika Ferry terbakar akibat kompor yang meledak.
    Mengetahui hal itu, warga bergegas mengantar Ferry ke RSUD Dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan medis.

    “Kami tidak menemukan adanya kompor terbakar di barak itu. Sehingga untuk mengetahui motif dari kasus ini kami masih melakukan pengejaran terhadap saksi kunci tersebut, serta meminta keterangan sejumlah saksi” lanjut Ali.

    Sedangkan dari keterangan tetangga korban, Sunardi, dirinya dan warga lain tidak mengetahui persis penyebab terbakarnya Ferry. Sebab hanya terdengar   kegaduhan sesaat. “Tidak ada teriakan minta tolong yang kami dengar, dan hanya kegaduhan sesaat, sebelum kami temukan dirinya habis terbakar,” ucap Sunardi.

    Tetangga sekitar juga tidak mengenal korban, selain karena hanya baru satu bulan tinggal di tempat itu, pasangan yang menurut orang tua angkatnya adalah pasangan suami istri itu, juga  sangat jarang bersosialisasi dengan tetangga.  “Kalau ke barak itu mereka langsung masuk saja, nama mereka pun kami tidak tahu. Kami baru tahu setelah polisi melakukan olah TKP,” ujar Sunardi. (Saf/040116)

     

     

    (Visited 2 times, 1 visits today)