Curah Hujan Tinggi, Petani Rotan Mengeluh

    SAMPIT – Tingginya curah hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur belakangan ini sangat dikeluhkan oleh para petani rotan di Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Pasalnya, waktu yang diperlukan untuk menjemur rotan menjadi lebih lama. Bahkan saat ini waktu yang diperlukan untuk mengeringkan rotan bisa mencapai dua minggu.

    “Kalau normalnya untuk mengeringkan rotan yang sudah dibersihkan itu sekitar dua sampai tiga hari. Namun jika musim penghujan saat ini, waktu yang diperlukan bisa lebih dari satu minggu, bahkan kadang hampir dua minggu,” terang Armin, warga Desa Pelangsian, Rabu (20/1).

    Disampaikannya, akibat lambatnya waktu untuk mengeringkan rotan ini, membuat material rotan menumpuk, dan penghasilan mereka juga terganggu. “Kalau cepat kering, maka cepat juga dijualnya. Sedangkan kalau basah, kita tidak bisa mengerjakan material yang baru, karena tempat atau wadah untuk menjemurnya penuh,” tandasnya.

    Disampaikannya, kondisi cuaca memang sulit diprediksi. Sementara saat ini untuk mengeringkan rotan mereka masih sangat mengandalkan sinar matahari. “Kalau belum kering betul, kita tidak bisa menjual rotannya karena pembeli tidak mau,” tambahnya.

    Saat ini lanjutnya harga rotan masih berfluktuasi, namun diakuinya harga rotan masih belum ideal bagi para petani. “Kalau beli rotan basah dari petani yang mengambil di hutan harganya terkadang berubah-ubah. Biasanya sekitar Rp2.000 hingga Rp2.300 per kilogram,” jelasnya. Namun Armin enggan menyebutkan harga jual untuk rotan kering yang sudah dibersihkan. (Saf/200116).

    (Visited 5 times, 1 visits today)