Hanya 48 Persen, Partisipasi Pemilih di Kotim Turun

    SAMPIT – Upaya Komisi Pemilihan Umum untuk meningkatkan partisipasi pemilih, pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah ternyata gagal. Bahkan partisipasi pemilih menurun dibanding saat pemilihan bupati dan wakil bupati Kotawaringin Timur, yaitu hanya sekitar 48 persen dari 331,260 daftar pemilih tetap.

    Partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah di Kotawaringin Timur, ternyata menurun dibanding saat pemilihan bupati dan wakil bupati Kotawaringin Timur pada 9 Desember lalu.

    Dalam rapat pleno rekapitulasi suara pilgub di Kotim, pada Rabu (3/2), diketahui jika dari 331,260 daftar pemilih tetap (DPT) yang tersebar di 920 tempat pemungutan suara di 17 kecamatan, hanya sekitar 48 persen atau sebanyak 168,483 pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada 27 Januari lalu.

    Namun dari 168,483 pemilih yang menggunakan haknya tersebut, 3,820 diantaranya merupakan merupakan suara rusak atau tidak sah. “Kalau dari penghitungan kami, tingkat parisipasi pemilih memang menurun dari Pilbup kemaren, kalau tidak salah hanya sekitar 48 persen lebih saja,” kata Ketua KPU Kotim, Sahlin.

    Padahal sebalumnya dengan berbagai upaya yang dilakukan, KPU Kotim menargetkan jika pada Pilgub Kalten partisipasi pemilih lebih tinggi dari saat Pilbup Kotim lalu, yaitu antara 60 hingga 70 persen.

    Meski KPU Kotim bersama pemerintah daerah setempat telah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, minimnya partisipasi pemilih ini menurut ketua KPU Kotim, Sahlin, dikarenakan jarak antara Pilbup Kotim dan Pilgub Kalteng susulan terlalu dekat. Sehingga muncul kejenuhan yang terjadi pada pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

    “Masyarakat kurang antusias ini, apakah karena jarak Pilbup Kotim dan Pilgub Kalteng susulan terlalu dekat, sehingga masyarakat jenuh, atau karena ada faktor lain. Yang jelas kami sebagai penyelenggara telah melaksanakan sosialisasi, perkara orang mau datang ke TPS atau tidak kami tidak bisa memaksakan,” lanjut Sahlin.

    Sahlin pun berharap, pada pemilihan umum  ke depan, masyarakat yang telah mempunyai hak pilihnya dapat bersama-sama berperan aktif menyukseskan Pemilu di Kotim, dengan meningkatnya partisipasi pemilih. “Dan kita pemilih khususnya, harus sadar dan berperan aktif dalam pemilihan-pemilihan Pilkada seperti ini, harapannya partisipasi pemilih ini dapat meningkat kembali,” tambah Sahlin. (Saf/Beritasampit)