Arus Mudik Lewat Kapal Laut di Pelabuhan Sampit Semakin Meningkat

    SAMPIT-Semakin mendekati Lebaran, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan kapal laut diperkirakan akan terus meningkat, hal ini terlihat hingga memasuki H-12 diPelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus dipadati para penumpang. Bahkan saat keberangkatan KM Kelimutu tujuan Sampit-Semarang,Kamis (23/6),  jumlah penumpang di atas 1.000 orang , jauh meningkat dibandingkan hari normal yang hanya mengangkut sekitar 300 hingga 500 penumpang saja.

    Melihat lonjakan arus mudik yang mulai meningkat, guna menjaga penumpang agar tidak berdesakan memasuki kapal, sejumlah aparat gabungan melakukan penjagaan ekstra ketat pada pintu pagar masuk pelabuhan menuju KM Kelimutu yang akan berangkat ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

    Mungkin sudah menjadi budaya, di mana masyarakat indonesia tidak terbiasa dengan budaya antre, lantaran tidak sabar ketika pintu pagar dibuka, ribuan penumpang masih saling berdesakan untuk mencapai tangga kapal. Tentunya kecelakaan sangat riskan terjadi ketika penumpang saling desak berupaya lebih dulu masuk kedalam kapal. Maka untuk menghindari hal yang tidak diinginkan itu, petugas langsung melakukan penjagaan ketat dengan mengatur para penumpang untuk dapat dikendalikan dengan baik.

    “Untuk mengatisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, kami telah mengatur dengan melakukan sistem buka tutup, cukup menggunakan satu jalur, sehingga penumpang yang ingin memasuki kapal tidak berdesak-desakan.” ungkap Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Capt Benny Noviandinudin.

    Sedangkan Untuk mengetahui jumlah penumpang yang berangkat, pihak KSOP Sampit, terus melakukan koordinasi dengan PT Pelni Sampit, agar melaporkan penjualan tiket penumpang yang berangkat, hal ini merupakan antisipasi KSOP jika terjadi penumpukan penumpang, sehingga memungkinan pihaknya bisa meminta penambahan kapal ke kantor pusat.

    “Arus balik tahun 2016 ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini terjadi sehubungan dengan banyaknya pendatang baru asal pulau jawa, mereka sebagian besar pekerja di perkebunan kelapa sawit yang mengadu nasib Kotim” terangnya.

    Sementara kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kotim, Drs H Fadlian Noor mengungkapkan,telah memantau sejak H-15 sampai H-12 ini penumpang yang naik dan turun berjalan lancar dan terkendali. Hal ini  berkat kerjasama yang tinggi semua elemen yang bertugas di pelabuhan Sampit.

    “Sesuai sistem bahwa Pelni khususnya melaksanakan penjual tiket semi online, saya yakin dan percaya penumpang dan calon penumpang mendapatkan tiket di kantor Pelni atau agen 90 persen sudah paham. Untuk H-12 ini KM Kelimutu membawa 1.445 orang, diperkirakan sampai H-7 tiket sudah terjual semua dan kalau berlebihan maka ada kebijakan dari pemerintah,” tandasnya.(bro/beritasampit.com)