Sangat Berbahaya, Mahasiswa Diminta Tidak Terjerat Narkoba

    SAMPIT-Mahasiswa merupakan target yang sangat rentan terjerumus menjadi pecandu narkoba. Sehingga gunamencegah para mahasiswa tersebut terhindar dari penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotikan Nasional (BNN) Kalimantan Tengah telah memprogramkan sosialisasi bahaya narkoba melalui kuliah umum dengan sasaran kampus-kampus perkuliahan maupun perguruan tinggi.

    “Mereka adalah kelompok intelektual yang harus bebas dari penyalahan narkoba, sosialisasi ini kita lakukan untuk mengajak dan mendorong mereka berperan serta menjadi mitra BNN untuk hidup sehat tanpa narkoba. Intinya sasaran BBN mencegah bahaya narkoba dikalangan masyarakat khususnya lingkungan pendidikan,” ungkap Kepala BNN Kalimantan Tengah, Kombes Pol A Kadarmanta, saat sosialisasi di Universitas Darwan Ali Sampit, Rabu (3/8) pagi.

    Dalam materi sosialisasinya, selain memberikan pemahaman bahaya narkoba, namun para mahasiswa juga dianjurkan untuk tidak menjadi pencandu rokok, karena dari hasil penelitian rokok juga menjadi pemicu awal orang menjadi pecandu narkoba.

    “BNN sudah melakukan penelitian, kesimpulannya rokok menuju pintu gerbang narkoba dan lainnya, artinya satu persen pecandu narkotik satu persennya dari kecanduan merokok. Maka kita mengajak mari hidup sehat tanpa narkoba dan tanpa rokok,” ujar Kadarmanta.

    Masyarakat yang menjadi perokok aktif maupun pasif tetap akan mempengaruhi kondisi kesehatannya, tentunya bagi mahasiswa sebagai kelompok intelektual, kesehatan merupakan kunci utama agar memiliki berpikir positif dan jernih dalam meraih prestasi pendidikan.

    “Perilaku hidup sehat tanpa rokok pastinya akan menumbuhkan keberanian para kalangan generasi muda untuk berkontribusi  dan bisa terhindar maupun terjerumus dari kecanduan narkoba,” paparnya.

    Kadarmanta menambahkan, Kotim merupakan satu dari 4 kabupaten/kota selain Palangka Raya, Kobar, Kapuas termasuk terbesar peredaran narkoba di Kalimantan Tengah, dalam upaya mencegah dan mengatisipasi meluasnya peredaran barang haram tersebut, sangat dibutuhkan kerjasama seluruh elemen untuk memeranginya.

    “Kami menginginkan peran serta masyarakat , lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat dan instansi pemerintah untuk berperan serta mengatakan tidak pada narkoba, dan berprilaku hidup sehat tanpa narkoba,” pungkasnya. (bro/beritasampit.com)