Kejelasan Pembangunan Pasar Mangkikit Dipertanyakan

    SAMPIT-Hampir tiga tahun berjalan sejak tahun 2013 sampai tahun 2016 ini, rencana pembangunan pasar mangkikit hingga saat ini masih belum mendapatkan kejelasannya. Sebagai pihak yang diberikan tanggungjawab untuk mengurus pasar, seluruh pengurus pasar mangkikit akhirnya mengadu ke DPRD Kotim untuk mempertanyakan kapan pembangunan pasar tersebut dilaksanakan.

    “Kita ingin kejelasan kapan pasar itu di bangun, bayangkan saja mulai tahun 2013 lalu  tidak ada tanda-tanda pembangunannya, apalagi pasar sementara untuk menampung para pedagang, kini semakin amburaut, yang seharusnya ditempatkan di dalam, kini sampai ke pinggir jalan. Dan kami tidak bisa menatanya karena bukan lahan milik orang,”ungkap Ketua Pengurus Pasar Mangkikit, Ahmad Sholeh, Senin (15/8).

    Sebenarnya pihak pengurus pasar tersebut menginginkan adanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang di fasilitasi oleh DPRD, namun setelah beberapa kali diberikan surat permohonan hearing, tidak pernah mendapatkan tanggapan oleh para wakil rakyat itu, sehingga mereka terpaksa menyambangi ke gedung kehormatan tersebut. “Kita inginya ada RDP, biar permasalahan ini jelas dan kita tidak lagi mendengar kabar yang simpang siur kapan pasar itu akan dibangun,” tegasnya.

    Sementara itu, kedatangan pengurus pasar tersebut disambut langsung Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli, yang meminta pihak pengurus untuk bersabar, sebab dewan yang memiliki fungsi pengawasan terhadap pembangunan daerah juga tidak akan tinggal diam terhadap program pembangunan yang tidak berjalan dengan baik.

    “Untuk masalah ini kita akan bahas langsung bersama Bupati, Dandim, Kapolres, pihak pengembang, pihak Perbankkan, Kepala Disperindagsar dan saya sendiri sebagai ketua DPDRD. Juga seluruh pedagang Pasar Mangkikit juga akan kita undang,” terang Jhon.

    Dewan sendiri sangat mengingnkan pembangunan pasar mangkikit bisa cepat diselesaikan, sehingga tidak lagi muncul persoalan baru, bagaimanapun dalam pertemuan nantinya diharapkan tidak ada lagi permasalahan maupun alasan lainnya.

    “Kemungkinan diatas tanggal 20 nanti kita gelar pertemuannya. Kita juga akan langsung menawarkan pada para pedagang nantinya, apakah mereka mau mendapatkan lapak mupun los, namun bisa mengikuti aturan yang disepakati, seperti pembayaran dengan akad bersama pihak Bank, Kalau tidak kita akan cari pedagang lain yang minat, saya yakin pasti banyak orang luar yang berminat,” tandas Jhon. (bro/beritasampit.com)