Desa Parebok Prioritaskan Jembatan Beton Menuju Lahan Pertanian

    Desa Parebok Prioritaskan Jembatan Beton Menuju Lahan Pertanian

    SAMPIT –Desa Parebok ,Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur(Kotim), Kalimantan Tengah(Kalteng) gunakan Dana Desa (DD) prioritaskan pembangunan jembatan beton sebanyak 27 unit di areal perkebunan kelapa hingga menuju lahan pertanian warga masyarakatnya.

    Pembangunan jembatan beton yang diprogramkan berukuran lebar 4 meter  dan panjang 2 meter itupun baru selesai dikerjakan dengan swakelola masyarakat sudah berjalan 90 persen.

    Jembatan tersebut berada didua lokasi yakni, 3 unit dijalan Gaman dan 24 unit dijalan Keluarga merupakan jembatan penghubung sebagai jalan utama permukiman warga padat penduduk hingga menuju kelahan pertanian warga masyarakat didesa itu.

    Kenapa desa itu lebih banyak membangun jembatan? karena akses badan jalan utama desa tersebut berada ditengah baluran parit-parit perkebunan pohon buah kelapa. Itulah yang menjadikan desa itu banyak pembangunan jembatannya. Jembatan dibuatpun lebih permanen agar berpungsi masuk keluarnya air laut yang mengairi perkebunan pohon-pohon kelapa sekitarnya, sekaligus memudahkan para petani mengeluarkan hasil panen buah kelapanya.

    Dibangunnya jembatan beton diporos pemukiman itu juga sangat membantu para petani padi menuju lahan persawahan serta perladangan mereka. Inpormasinya, lahan sawah maupun ladang yang sudah dikelola masyarakat desa itu yang termasuk dalam kelompok tani (Poktan) luas lahannya lebih dari 1000-an hektare. Desa itu juga penyuplai hasil gabah terbanyak setelah desa Lampuyang.

    Kepala Desa Parebok Agus Salim saat dikonfirmasi beritasampit.com Minggu(18/9) menjelaskan, kegiatan pembangunan yang kita prioritaskan untuk dana desa yakni membuat jembatan beton menuju kelahan pertanian . Itu semua katanya, program usulan dari masyarakat dalam Musrenbangdes tahun lalu yang kita tuangkan pada kegiatan pembangunan tahun 2016 ini. “Pencairan tahap pertama bulan Mei kita prioritaskan pembangunan jembatan beton menuju kelahan pertanian masyarakat,”ujarnya di kediamannya.

    Dikatakannya, pembangunan jembatan beton sebanyak 27 unit terbagi didua lokasi. 3 unit dijalan Gaman dan 24 unit dijalan Keluarga dengan menggunakan dana desa sebesar Rp 508.855.000. Kegiatan itu, ujarnya, hampir selesai sudah 90 persen yang dikerjakan dengan swakelola masyarakat desa setempat.

    Menurutnya, pada pengerjaan jembatan beton itu ternyata ada kelebihan bahan materialnya dan kita gunakan lagi untuk pembangunan jembatan lainnya. Sekitar lokasi itu kata kades, ada jembatan yang kurang layak untuk dilewati karena masih berbahan kayu. Makanya kita tambah bangunan satu jembatan beton dari kelebihan anggran itu . Jembatan itu kita ganti dengan memakai bahan gorong-gorong agar lebih kuat lagi,ujarnya.

    Sementara itu, ketua Tim Pelaksana Kegiatan(TPK) desa Parebok Mualif mengatakan kegiatan pembangunan 27 unit jembatan beton atau box culvert lebar 4 meter dan panjang 2 meter  itu hampir selesai dikerjakan. “  Ada 26 unit jembatan yang sudah selesai dibangun dan satunya masih belum karena berada dimalang satu lokasinya paling ujung,” ujarnya saat di lokasi pengurukan itu.

    Sejumlah 26 unit jembatan yang selesai dibangun itupun oleh para pekerja langsung memfinissingnya dengan penimbunan tanah uruk dilobang sela jembatan tersebut. Wargapun sudah bisa melewati naik kendaraan maupun bermobil pikap. “ Kita menyelesaikan penimbunan tanah uruk dijembatan yang selesai dibangun itu, baru meneruskan pembangunan jembatan beton yang paling ujung dimalang satu itu agar lebih mudah membawa bahan materialnya,”ujar Mualif yang menjabat Kaurpem desa tersebut.

    Dia menjelaskan, untuk bangunan jembatan beton dijalan keluarga itu tahun sebelumnya banyak . Ada yang dari program PNPM Mandiri dan juga program dinas PU yaitu PPIP anggaran dari pusat juga. Dan jembatan beton yang dibangun dari dana desa tahun 2016 bertanda khusus yakni warna cat dibahu dikiri kanannya.” Jembatan beton yang sudah selesai pagar kiri kanannya kita beri cat warna merah daging atau merah kecoklatan,”sebutnya.

    Sekadar diketahui, pagu dana anggaran desa parebok yang disesuaikan total Rp 1,375 miliar. Budget Angaran itu katanya, terdiri dari dana pusat atau Dana Desa(DD) sebesar Rp 653.880.000, Kabupaten atau  Alokasi Dana Desa(ADD) sebesar Rp 693.376.000, bagi hasil pajak Rp 19.529.000 dan retribusi daerah Rp 9.192.000. (mar/beritasampit.com)