SADIS….. Mahasiswa Sampit Tewas Dibunuh Teman Akrabnya

    SAMPIT- Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Sampit, Kotawaringin Timur, ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk ditubuhnya. Korban tewas setelah sebelumnya sempat terlibat perkelahian dengan rekannya sesama mahasiswa, di rumah kos korban di jalan Rambai 2 Ketapang, Sampit. Motif dibalik kasus pembunuhan ini sendiri adalah karena pelaku ingin menguasai barang-barang milik korban.

    Pembunuhan ini terjadi sekira pukul 02.00 WIB dinihari dan korban tewas sekira pukul 05.00 WIB, (20/9) pagi. Saat didalam rumah kos, pelaku menusukan pisau dapur ketubuh korban hingga tembus ke jantung.

    Korban sendiri sempat lari keluar, menuju jalan besar sekitar 100 meter dari rumah kos nya untuk meminta tolong dibawa kerumah sakit. Namun sayang, korban kehabisan darah dan nyawanya tidak bisa diselamatkan. Sedangkan tersangka sendiri langsung ditangkap untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

    Sementara itu, usai dilakukan visum di rumah sakit dr Murjani Sampit, korban atas nama Toni Hidayat (20) langsung dibawa keluarganya pulang ke kampung halamannya di Pagatan III Katingan, untuk disemayamkan. Sedangkan pelaku
    Rano bin Iyah (25) saat ini ditahan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut di Polres Kotim.

    Atas kejadian ini, ibu korban yakni Sumiati (50) langsung terkejut dan shock melihat anaknya terbujur kaku di ruang kamar mayat. Sumiati mengaku tidak pernah menyangka sama sekali jika putra pertamanya itu tewas dengan cara tragis.

    Dalam hal ini, Kapolres Kotawaringin Timur, AKPB Hendra Wirawan mengatakan sejauh ini belum jelas apa motif dibalik perkelahian yang berujung dengan kematian korban Toni Hidayat. Sebab saksi yang diharapkan mengetahui peristiwa pembunuhan yang terjadi, hampir tidak ada.

    “Pelaku menyerahkan diri usai kejadian dan menurut pengakuannya masih berubah-ubah, saksi mengaku jika perkelahian antara dirinya dengan korban adalah didasari kemarahan korban karena dibangunkan pelaku saat tengah tidur,” ungkapnya, (20/9).

    Akan tetapi, saat pelaku diperiksa petugas, pelaku mengaku jika dirinya memang sengaja hendak menghabisi korban karena ingin menguasai sejumlah barang elektronik milik korban. (raf)