Prioritaskan Fasilitas Lapak Pasar Desa Permanen dan Penimbunan Jalan

    SAMPIT – Mendukung lajunya prekonomian desa, Pemerintahan Desa Bagendang Hulu , Kecamatan Mentaya Hilir Utara(MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, memprioritaskan pembangunan lapak pasar desa permanen, gerbang pasar dan penimbunan jalan desa.

    Hal itu diungkapkan Kepala Desa (Kades) Bagendang Hulu, Tediansyah, ketika dikonfirmasi beritasampit.com mengatakan, prioritas pembangunan yang dilaksanakan 2016  yakni, pada  pembangunan fasilitas lapak pasar desa yang permanen, pintu gerbang pasar dan penimbunan jalan desa.

    Untuk pembangunan pintu gerbang pasar katanya, masih menunggu pencairan dana anggaran tahap dua. Sedang pengerjaan proyek pembangunan desa dikerjakan dengan swakelola masyarakat desa setempat. “ Pembangunan yang kita prioritaskan hasil dari kesepakatan musrenbangdes,”ujarnya di kantornya,Rabu(12/10).

    Dikatakannya, untuk  pengerjaan bangunan pasar desa yang berlokasi di jalan Raja itu pembangunannya hampir selesai. Hingga saat ini sudah tahap fhinising yaitu, pengecatan flapon, dinding serta tiang bangunan pasar tersebut. “ Untuk penimbunan jalan Padat Karya dua pekerjaannya sudah selesai,” tandasnya.

    Sementara Ketua Tim Pelaksana Kegiatan( TPK) Desa Bagendang Hulu, Hendri Wijaya menambahkan, dari tiga item prioritas pembangunan desanya sudah terlaksana dengan baik. Program pembangunan yang dikerjakan sekitar Juni lalu berjalan lancar tanpa ada kendala. Hanya saja, pengerjaan pintu gerbang pasar masih menunggu dana pencairan tahap dua.

    Dia merincikan, untuk pembangunan lapak pasar permanen dijalan Raja berukuran 34 meter x 3 meter sebanyak 17 lapak serta pintu gerbang pasarnya sebesar Rp 486.850.000. Penimbunan jalan Padat Karya II, panjang 900 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 20 Centimeter  senilai Rp 231.712.000.

    Lanjutnya menyebutkan, untuk pelaksanaan penggunaan Dana Desa(DD) maupun Alokasi Dana Desa(ADD) dan Hasil Pajak pemerintahan desa katanya, melakukan pemilahan tersendiri agar tidak tumpang tindih penggunaannya.

    Untuk DD atau dana dari pusat katanya, khusus penimbunan jalan Padat Karya dua Rp 231.712.000, pengadaan alat pemadam kebakaran(Damkar) Rp 58.305.750, penguatan modal Badan Usaha Milik Desa( BUMdes) sebesar Rp 65.979.000. Sedang dari ADD digunakan untuk Siltap.

    Adapun dana untuk pembangunan pasar desa serta pintu gerbangnya sambungnya, menggunakan dana Silpa dari hasil pajak tahun 2015 lalu yang belum digunakan sebesar Rp 200 juta, dan ditambah hasil pajak 2016 Rp 200 juta.” Pembangunan pasar desa serta pintu gerbangnya menggunakan dana dari hasil pajak,”Kata Kaur Pembangunan Desa Bagendang Hulu itu.

    Dikatakannya, pencairan dana tahap pertama masuk ke rekening desa sekitar bulan Juni lalu sebesar  Rp  838.436.750. Sedang tahap dua masih belum padahal pekerjaan hampir semua selesai , ujarnya. Bahkan katanya, dirinya setiap jam kerja berangkat mengecek anggaran dana tahap dua itu ke bank Kalteng Sampit. “ Kita seminggu sekali mengecek keberadaan uang ke kasir, hingga saat ini masih belum masuk rekening desa. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini dana itu ada,” ujarnya berharap.

    Sekadar di ketahui, dari total buget anggaran Desa Bagendang Hulu sebesar Rp 1,9 miliar, terdiri atas  Dana Desa (DD) berasal dari pusat, Alokasi Dana Desa (ADD) atau dana sharing Kabupaten, retribusi daerah dan dana dari hasil pajak. (mar/beritasampit.com)