Jari Tangan Petani Kelapa Putus di Serang Buaya

    SAMPIT – Nasib naas dialami Syahran (55) warga Desa Hanaut Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat mandi dan mencuci celana di tepi Sungai mendadak di serang seekor buaya.

    Akibat serangan buaya ganas Syahran mengalami luka parah di bagian lengan. kirinya, bahkan pada jari tengah putus akibat gigitan buaya tersebut.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Berita Sampit, serangan predator tersebut terjadi pada Senin (26/12) sore, di saat Syahran sedang melakukan aktivitas kesehariannya yakni berkebun mengumpul buah kelapa di samping rumahnya.

    Pada sore itu sekitar pukul 16.00 wib hari mulai gelap dan air di sekitar sungai kecil kebun kelapa sedang surut, sehingga Syahran tidak bisa mengeluarkan buah kelapa yang dikumpulkannya. Akhirnya dia pun memutuskan untuk pulang ke rumah dan mandi di tepian sungai sambil membersihkan pakaian.

    Meski hari mulai gelap, Syahran tetap memutuskan untuk mandi ke sungai dengan membawa obor yang terbuat dari batang bambu sebagai penerang.

    “Sewaktu mandi malam itu sambil mencuci pakaian tiba-tiba disambar buaya. Ia sempat berjibaku mempertahankan diri melepaskan serangan buaya dan akhirnya selamat. Korban luka dengan jemari kiri tengahnya putus,” kata Ardiansyah, Kepala Desa Hanaut.

    Sementara, Camat Pulau Hanaut Syahrudin, meminta kepada warganya untuk tidak beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat malam hari.

    “Kami sudah memperingatkan kepada warga masyarakat untuk tidak lagi beraktivitas di bibir sungai dan kami harapkan agar berhati-hati,” tandasnya.(mar/beritasampit.co.id).

    (Visited 1 times, 1 visits today)