Polres Kobar Akan Tambah Personil Reskrim, Kenapa Ya? 

    PANGKALAN BUN – Demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di tahun 2017, Polres Kotawaringin Barat (Kobar) siap melaksanakan terobosan kreatif dengan menambah jumlah personil Satuan Reserse Kriminal.

    Kemudian, selain akan meningkatkan layanan kriminal melalui “Kring Serse”, Bhabinkamtibmas juga turut berperan  dalam pembinaan keamanan di lingkungan warga.

    Hal tersebut disampaikan Kapolres Kobar AKBP. Pria Premos dalam kegiatan pers rilis hasil kinerja sepanjang Tahun 2016 di Aula Mapolres Kobar Sabtu (31/12).

    Selama kinerja tahun 2016 Polres Kobar berhasil menyelesaikan sedikitnya 215 laporan Tindak Pidana Umum (Tipidum) dan Kriminal Khusus (Krimsus). Untuk tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) jumlah kejadian ada 112 laporan dan 31 diantaranya berhasil diselesaikan.

    “Untuk jumlah kasus pembunuhan terjadi 5 LP, 2 diantaranya di Polsek Banteng, 1 di Polsek Arsel, 1 di Polsek Kumai, sisanya di Polres Kobar. 3 dari 5 LP tersebut sudah berhasil diungkap, sisanya 2 LP lagi yang jadi pekerjaan rumah Polres di Tahun 2017. Kemudian untuk tindak pidana perjudian jumlah kejadian 28 LP seluruhnya berhasil diselesaikan,” ungkap Premos.

    Kemudian tindak pidana korupsi, seperti pada kasus APBD yang terjadi di Desa Sulung dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp. 140 juta sudah masuk tahap dua di Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun. Kemudian kasus Korupsi pada Desa Purbasari, Makarti Jaya, dan Tanjung Putri dengan kerugian negara sekitar Rp. 342 juta lebih, saat ini kasusnya masih dalam tahap pertama di Polres Kotawaringin Barat.

    “Semua tersangka dan barang bukti ada di Polres Kobar, maka dapat disimpulkan, khusus untuk tindak pidana umum dan tindak pidana khusus, totalnya selama tahun 2016 sebanyak 394 LP, dan yang berhasil diselesaikan  sebanyak 215 LP, dengan persentase sekitar 54,5%,” tandas Premos. (man/beritasampit.co.id)