Nasabah CU EPI Resah.. Ada Kasus Apa Ya?

    SAMPIT-Credit Union Eka Pambelum Itah (CU EPI) diam-diam sedang menyimpan masalah yang dinilai merugikan nasabahnya dalam jumlah besar dan melibatkan nasabah dalam jumlah banyak.

    Informasi adanya masalah di dalam CU EPI, awalnya di dapat beritasampit.co.id dari curhat pemilik akun FB, Fitriani Putra, yang mengaku sebagai nasabah di lembaga keuangan tersebut.

    Awalnya dia mengungkap kekecewaan akibat masalah yang melilit dirinya dan keluarga juga nasabah lain tidak mendapatkan porsi berita di media massa.

    Sontak protes ini langsung mendapatkan respon beritasampit.co.id dan meminta ia berkomunikasi langsung dan dengan senang hati menceritakan masalah tersebut.

    Pemilik akun tersebut bernama asli Fitriani, warga Jalan Nurul Hidayah, Gang Darmo, Kelurahan Baamang Tengah, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dari penuturannya dia menjadi nasabah CU EPI yang berkantor megah di Jalan Ahmad Yani Sampit mulai 2013.

    Pada tahap awal, menjadi nasabah pertama kali nasabah Talenta, program bagi nasabah yang meminjam dana, bersamaan dengan itu menjadi nasabah Kambut, program bagi nasabah yang menabung.

    “Saya pinjam pertama kali Rp3 juta, tapi tidak berapa lama saya tutup dan saya cuma jadi nasabah Kambut,” kata ibu rumah tangga beranak satu ini.

    Pada tahap awal, dirinya tidak menaruh curiga dengan CU EPI, karena memang berjalan lancar saja, namun memasuki 2016 masalah mulai terasa ketika ingin menarik tabungan.

    “Saat menarik tabungan, perlahan mulai ketahuan. Uang tabungan yang ingin dicairkan tidak bisa sesuai keinginan kita. Pertama saya bisa menarik Rp 1 juta, kemudian sampai diberikan Rp 50 ribu. Saya jadi heran, kok mau menarik dana yang kita simpan jadi sulit,” katanya.

    Dari keterangan Fitriani ini, diketahui masih banyak nasabah lain dan  jumlah simpanan besar dan banyak juga nasabah baru.

    “Kerabat saya ada yang menabung Rp100 juta, beliau dari kampung, uang itu hasil jual lahan kebun. Setelah menabung mau menarik lagi tidak bisa. Kasian keluarga saya. Kalau saya saldonya sekitar Rp 3 an saja lagi,” paparnya.

    Tidak hanya itu, Fitriani menuturkan bila beberapa tetangga juga menjadi nasabah CU EPI dan mengalami masalah sama.

    Dari penuturannya terungkap bila pihak manajemen saat ini sedang resah dengan keuangan nasabahnya.

    Untuk menenangkan nasabah, beberapa lalu manajemen CU EPI mengumpulkan semua nasabah, namun sampai saat ini tidak ada kecelasannya.

    Disebutkan pada tahap awal, promosi lembaga CU EPI cukup luar biasa, dengan janji bila menjadi nasabah mendapatkan berbagai kemudahan.

    “Pada awalnya kita dikenalkan bila CU EPI ini adalah Bank Sampit, kita senang saja ada bank punya daerah. Ternyata baru tau cuma koperasi,”ucapnya.

    Karena masalah yang ada, dia mengingatkan nasabah dan warga lain untuk menambung dan meminjam dana di bank resmi yang jelas nyata.

    “Saya sekarang sudah menabung di bank, kapok rasanya, sekarang tinggal mengurus sisa yang ada dan membantu keluarga yang masih banyak belum dikembalikan,”katanya.(bro/beritasampit.co.id)

    buku tabungan milik Fitriani