MULAI TERKUAK, Tidak Ada Pelayanan Credit Union Eka Pambelum Itah

    SAMPIT – Kantor Pusat Credit Union Eka Pambelum Itah (CU EPI) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, ternyata benar-benar memiliki masalah besar didalamnya. Bahkan mungkin saja saat ini ribuan nasabah terus resah, mengingat uang tabungannya akan hangus begitu saja.

    Hal ini terlihat saat wartawan ini mengunjungi kantor CU UPI, Jumat (13/1/2017) pagi. Tidak ada aktivitas pelayanan dari kantor yang biasa disebut Bank Sampit itu. Hanya ada dua orang didalamnya yakni security (Satpam Kemananan) dan satu orang admin. Sedangkan meja kasir dan costumer service tidak ada pegawainya.

    Kantor ini juga terlihat sepi, AC dan televisi pun terlihat tidak menyala, serta ruangan didalamnya terlihat kusam tidak terurus. Hal ini mungkin karena tidak ada aktivitas dalam waktu lama. Parahnya lagi, mesin ATM yang berada dipan kantor tersebut, mati total. Sehingga nasabah tidak akan mungkin bisa menarik uang tabungannya, jika ada keperluan mendadak.

    Yang lebih mengherankan, ketika wartawan ini menanyakan keberadaan pimpinan CU EPI dikantor yang beralamatkan di jalan A.Yani Sampit depan Rumah Jabatan Bupati Kotim. Pegawai setempat menjawab bahwa CU EPI tidak ada pimpinannya. Bahkan manager yang biasa menghadapi keluhan, termasuk pelayanan lainnya, disebutkan sudah mengundurkan diri.

    “Maaf mas, pimpinannya tidak ada. Sampean bisa menghubungi pak Dermawan Sademi, beliau merupakan koordinator Tim 7 dan saat ini beliau ada di Sebabi,” kata admin CU EPI kepada beritasampit. Ketika Berita Sampit 

    Selain ATM di Kantor CU EPI terlihat mati total, kasir di lembaga keuangan ini juga tidak ada. Tentu saja nasabah tidak bisa mengambil uangnya dan ini menjadi masalah besar bagi mereka.

    menguhubungi Dermawan Sademi, nomor ponsel yang dituju tidak aktif. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pihak managemen yang dapat dikonfirmasi terkait keluhan nasabah di lembaga keuangan tersebut.

    Sekedar mengingatkan, pada Kamis (12/1/2017) malam, nasabah CU EPI bernama Fitriani Putra, mengeluhkan pelayanan CU EPI yang disinyalir melakukan kecurangan. Kejanggalan itu dilontarkannya pada akun Facebook pribadi miliknya. Dia mengutarakan kekecewaan akibat masalah yang melilit dirinya dan keluarganya, serta nasabah CU EPI lainnya.

    Tidak hanya dirinya, masalah yang dihadapi keluarganya di kampung dengan menabung sebesar Rp 100 juta di CU EPI, hingga saat ini tidak bisa menarik uang tabungan. Jika hal ini terus dibiarkan, maka ribuan nasabah yang menabung di CU EPI akan merugi. Bahkan, masalah besar akan menanti CU EPI bila hal ini tidak cepat diselesaikan. (raf/beritasmapit.co.id)