Objek Wisata Pantai Ujung Pandaran Makin Kritis, Kenapa ?

SAMPIT – Objek wisata Pantai Ujung Pandaran Kabupaten Kotawaringin Timur, makin kritis dan memperihatinkan. Kondisi pantai yang saat ini masih perawan itu, terus tergerus oleh ombak hingga terjadi abrasi.

Padahal pantai yang berjarak 45 Km dari Kota Sampit ini merupakan objek wisata andalan di Kalimantan Tengah. Lantas, kenapa pantai ini belum bisa dikelola secara maksimal oleh pemerintah daerah.

Wakil Bupati Kotim, HM Taufiq Mukri mengatakan pemerintah daerah terus mengusulkan bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan siring pemecah gelombang. Pengusulan tersebut dilakukan karena anggaran daerah sangat terbatas dan biaya pembangunan siring serta tanggul pemecah ombak dikatakan sangat mahal.

BACA JUGA:   Forkopimcam Cempaga Hulu Gelar Silaturahmi serta Sosialisasi Deklarasi Tolak Panen Masal dan Penerimaan TBS Ilegal

“Kami berharap pemerintah pusat bisa melihat ini. Karena selain Kampung nelayan, Ujung Pandaran juga merupakan objek wisata di Kotawaringin Timur,” kata wabup (14/1/2017). Ditambahkannya bahwa pemerintah pusat memiliki anggaran hingga Rp400 miliar untuk pariwisata.

Dengan anggaran tersebut, tentu saja Pemkab Kotim berusaha mendapat sebagain porsi untuk peningkataan sarana wisata termasuk mencegah abrasi di Ujung Pandaran. Tahun 2017 sendiri lanjutnya, akan dibangun fasilitas wisata Ujung Pandaran diantaranya, taman terbuka hijau, dermaga wisata, serta bundaran kepiting.

BACA JUGA:   Upaya Kembangkan Pengolahan Produk Berbahan Ikan di Sukamara Dengan Berbagai Pelatihan

Untuk diketahui, akibat abrasi ini puluhan rumah penduduk, aset wisata seperti gazebo rusak. Hal yang disayankan apabila jalan menuju kubah atau makam Syekh Abu Hamid di Ujung Pandaran juga ikut rusak. Jika abrasi tidak segera ditangani, dampaknya dikhawatirkan akan semakin parah dan pantai ujung pandaran akan hilang. (raf/beritasampit.co.id)