Kepala Lapas Mengeluh, Ada Apa?

    SAMPIT- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit, Mokhamad Khaeron mengeluh, sebab permintaan rencana renovasi pagar dan hunian yang diajukan ke Pemerintah Pusat, sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan serius.

    “Seharusnya tinggi standar nasional tembok 6 meter dan kawat selet 1 meter, namun karena usulan kami sampai saat ini belum di realisasi oleh pemerintah, apalagi perhatian kami saat ini tertuju pada kelemahan tembok yang tinggi nya cuman 2 meter saja. ” ungkap Khaeron

    “Kamar hunian juga, seharusnya di isi oleh 220 orang warga binaan, Tapi kini di isi oleh 696 orang, jadi satu kamar hunian yang seharusnya cukup 9 orang tapi kini harus di isi oleh 30 – 40 orang. Tentu sangat riskan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban yang ada di dalam Lapas,” lanjutnya.

    Dengan memberikan permintaan untuk renovasi sejumlah fasilitas itu, menurut Khaeron agar tingkat keamanan Lapas Klas II B Sampit lebih bagus, terutama tidak lagi terjadi penumpukan atau over kapasitas warga binaan seperti yang terjadi saat ini.

    “Dengan fasilitas yang terpenuhi, kita tidak akan lagi memidahkan warga binaan, apalagi hampir semua lapas di Kalteng Penuh, yang jelas biaya pemindahan napi tidak ada. Kita juga usulkan di tahun 2016 – 2017 tapi belum di realisasikan dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran),” pungkas Khaeron. (im/beritasampit.co.id)

    (Visited 1 times, 1 visits today)