M. Shaleh : Banjir Akibat Saluran Drainase Dalam Kota Tak Berfungsi

    SAMPIT – Tidak bosan-bosannya DPRD Kotim mengingatkan pada pemerintah daerah, terkait dengan masih banyaknya saluran Drainase di Kota Sampit yang tidak berfungsi dengan baik, dampaknya membuat banjir terkadang menggenangi sejumlah wilayah Kota Sampit.

    Wakil ketua Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Shaleh meminta Pemda melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kotim, benar-benar memberikan perannya semaksimal mungkin menuntaskan permasalahan Drainase tersebut. 

    “kita menginginkan ada keseriusan dan program yang bisa menuntaskan banjir yang meluber dimana-mana ini, baik diperkampungan maupun dijalan. Harapan kita Dinas PU mampu menjalankan tugasnya semaksimal mungkin mengkaji lebih dalam dimana titik permasalahan banjir ini”ungkapShaleh, selasa (21/2/2017).

    Dari pengamatannya, genangan air yang ada di sejumlah kawasan dalam kota secara kasat mata kemungkinan disebabkan saluran Drainase yang mampet, sehingga mengakibatkan terjadinya penyumbatan yang membuat air tidak mengalir dengan lancar.

    “Lihat saja, terjadinya banjir akibat saluran yang mampet, baik disebabkan gorong-gorong, bok yang tidak terlalu tinggi sehingga terjadi penyumpatan yang mengakibatkan kurang lancarnya aliran air,” ujarnya.

    Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menekankan, Pemda harus mengambil langka tegas mengatasi masalah drainse tersebut, seperti melakukan pelebaran pada Drainase, maupun pembongkaran pada saluran air yang berada di sejumlah jalan Protokol Kota.

    “Memang telah berkurang banjir didalam kota, namun kita lihat masih ada disejumlah pemukiman di dalam kota ini ditemukan ada genangan air. Harusnya saluran disekitar jalan itu dibongkar habis, Kami minta keberanian Pemda menertibkan bangunan-bangunan yang terlalu ke depan atau yang mencor sembarangan,” pungkasnya. (ilm/beritasampit.co.id)

    Follow Berita Sampit di Google News