Ini Tujuan Kaji Banding DPRD Kalteng ke Bank Jateng

    PALANGKA RAYA – Jajaran Komisi A DPRD Provinsi baru saja usai menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar daerah, dengan tujuan ke Jawa Tengah, belum lama ini. Pihaknya juga sudah melaksanakan kaji banding ke Bank Jateng, menyangkut pengelolaan perbankan yang baik dan positif.

    Menurut Ketua Komisi A Y Freddy Ering mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan direksi bank tersebut. Hasilnya terlihat kemajuan dari Bank Jateng cukup luar biasa.

    “Dari segi aset, saat ini mereka berada diurutan kedua se Indonesia setelah Bank Jabar,” ujarnya kepada Berita Sampit, Senin (27/2).

    Hal-hal lain yang bisa dijadikan contoh seperti penguatan dan penyertaan modal, yang sudah sangat bagus. Salah satu faktor keberhasilan itu adalah dukungan penuh dari Gubernur, Bupati dari 35 kabupaten di wilayah itu. Ditambahkannya bank itu,  memang menjadi pusat penyimpanan dana-dana/anggaran untuk Pemprov.

    Hal itu dipertegas dengan adanya surat perjanjian serta Peraturan Daerah (Perda), yang menyatakan Bank Jateng sebagai mitra utama, dalam penyimpanan pendanaan pemerintah.

    “Konsep ini menjadi pelajaran berharga bagi kami, agar bisa diterapkan di wilayah ini,” ujar politisi senior PDI-P tersebut.

    Tentunya memiliki andil, untuk membesarkan bank di wilayah sendiri. Tentunya Kabupaten/Kota di Kalteng harua miliki andil untuk memajukan Bank Daerah. Dirinya mencontohkan, ketika menyimpan uang atau modal di bank nasional atau lainnya, jelas dividen serta keuntungannya masuk ke pemerintah pusat.

    “Kalau di Kalteng, kendati mendapat dukungan dari gubernur/bupati, belum menjamin adanya komitmen 100 persen. Tentunya terkait partisipasi masyarakat untuk menabung atau menyimpan uang di bank. Salah satu hal yang seharusnya menjadi perhatian, penyertaan modal atau tabungan di bank lokal, memberikan manfaat yang positif bagi daerah,”ucap Anggota DPRD Kaltengbdari Dapil V meliputi Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas.

    “Sebut saja semacam penyertaan dana BOS dan lainnya, atau menjadi pusat Kas Daerah, bank kita pasti lebih kuat. Oleh karena itu, untuk memperkuat perbankan lokal. Harus adanya komitmen yang kuat antara pemerintah baik provinsi dan kabupaten. Artinya tidak hanya sekedar menjadi pemegang saham, tapi juga dana di dua lingkup itu disimpan sepenuhnya di bank lokal,”harapnya.

    (nt/beritasampit.co.id)