Komunitas Skateboard Harapkan Perhatian, Seperti Ini Curhatnya

    SAMPIT – Pemuda Pecinta Olahraga di Kota Sampit makin menunjukkan keberadaannya di masyarakat salah satunya perkumpulan pencinta Skateboard.

    Terbentuk pada 2009. Komunitas Skateboard pada tahun 2017 sudah tidak diragukan dan mereka bertahan dan butuh perhatian pemerintah. Skateboard disadari adalah jenis olahraga sekaligus hobi.

    Komunitas ini berdasarkan pantau Berita Sampit terus bertambah keanggotaanya, wadah yang menjadi arena khusus perlu disediakan. Saat ini untuk menyalurkan hobi, mereka sering berkeliling kota Sampit untuk berlatih sekaligus bermain. Ditempat seperti Taman Kota Sampit, Stadion 29 Nopember, Komplek rumah Rumah Betang menjadi lokasi latihan.

    Karena tidak ada tempat khusus, komunitas skateboad kerap di larang oleh pihak pengelola tempat. “awalnya kami bermain di dalam kawasan Stadion 29 November, Tetapi lantaran lapangan yang digunakan adalah milik Komunitas Olahraga lain, kami terpaksa harus pindah mencari lokasi baru.” kata Rano (23) anggota Komunitas Skateboar Sampit.

    “Kamu sering latihan, tapi sebentar aja sudah di larang petugas bang, contohnya saja di taman ini, kami kalau di larang satpam, udah langsung cari tempat lain. Kalau untuk di dalam kita memang dilarang. Jadi kami masih terkesan Skate Street bang.”tambahnya.

    Mereka juga setiap tahun dalam beberapa tahun terakhir rutin menyelenggarakan event, ditanggal 21 Juni pada hari Skateboard Internasional. Namun untuk tahun ini masih terkendala tempat dan sponsor.

    Disisi yang sama mereka juga mengharapkan perhatian pemerintah setempat, karena sudah sering melakukan pengajuan proposal untuk memfasilitasi atau memperhatikan tempat latihan mereka. Namun apa daya, harapan mereka hari demi hari masih belum digubris oleh pemerintah yag berkaitan, sangat di sayangkan.

    “Untuk latar belakang, anggotanya tidak dibatasi usia, dari pelajar, mahasiswa, swasta dan lain lain. Masih gabung bersama komunitas kami.”tegasnya Minggu (05/03/2017

    Ia juga berharap, untuk kesekian kalinya. Pemerintah agar memperhatikan anak-anak muda yang memiliki potensi yang juga mampu untuk membangun Kotim ini.

    (jmy/beritasampit.co.id)