Sepenggal Cerita Pengusaha Rotan Tanpa Perhatian Pemerintah, Ini Kisahnya….

    Laporan Maulana Kawit, Kasongan

    ​HASIL kerajinan tangan dari bahan rotan merupakan sebuah karya budaya lokal yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Nanun sayang usaha tersebut mulai banyak ditinggalkan para pengrajin dan pengusaha rotan.

    Alasannya mudah, selain harga rotan yang tidak nenentu bahakn terus turun, perhatian pemerintah sendiri dalam membina serta memasarkan hasil kerajinan tangan itu terbilang minim.

    Wartawan berita sampit berkesempatan melalukan wawancara dengan salah seorang putra Kalimantan yang mempertahankan hasil karya tangan budaya asli kalimantan tersebut.

    Sitmar Heinly putra kelahiran Tumbang Samba, 13 Mei 1977 tetapi sudah domisili di Kelurahan Panarung Kota Palangka Raya sejak tahun 1997 silam.

    Dirinya baru membuka usaha ini sejak bulan Mei 2016 yang lalu, Nama usaha saya ungkap Heinly UMKM UD. Ucun Samba Rotan khusus bergerak di bidang jual beli Meubelier rotan dimana sumber bahan baku semua dari petani/pengumpul dari Katingan.

    Heinly menceritakan bahwa sekarang dirinya dibantu 2 orang karyawannya mulai memfasilitasi linked bisnis rotan asalan antara pelaku usaha di Cirebon Jawa Barat dengan beberapa pengumpul rotan asalan di Katingan.

    Ini merupakan upaya kita mensemarakan atau geliat petani rotan semakin hidup kembali dengan apa adanya saling memiliki sesuai karakter masyarakat petani dan pelaku usaha di jawa biar ada kesinambungan.

    Dirinya juga menceritakan dalam menjalani usahanya tersebut dirinya sering dikucilkan oleh pemain aktivis rotan Kalteng maupun pejabat di Kalteng. Dalam menjalankan usahanya dirinya selalu memegang rasa kejujuran seperti yang diungkapnya.

    “Korupsi dipengembangan rotan sangat besar sejak dulu hingga sekarang dan contoh industri Hampangen susah sekali maju” ungkapnya.


    silahkan kutip pernyataan saya ini di media anda dan jangan ditutup-tutupi, sebab jika banyak tertutup kesannya maka jangan heran rotan kita saat ini jadi objek pihak tertentu dan spionasi asing.

    Usaha yang ia geluti hingga sekarang tidak dilirik oleh pemerintah pusat dan Pemda di Kalteng dan saat ini hanya di pandang sebelah mata/alias program pemerintah basi seperti dulu-dulu saja alias Kamuflase saja.

    Saya sangat miris melihatnya dan media-media pun hanya memberitakan yang baik-baik saja tetapi yang buruk-buruknya sedikit dan kapan ada perubahan untuk produk rotan jika begini terus yang di konsumsikan publik.

    Salam Produk Rotan Ramah Lingkungan Kalteng….Lamus!!.(kwt/beritasampit.co.id)