​PPNI Pacu Peningkatkan Mutu Pelayanan Keperawatan

    SAMPIT – Dimoderatori oleh Nugroho Kuncoro Yudho, S.Ikom.MPH, acara Seminar Keperawatan dalam Rangka HUT Ke 43 Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur, Tahun 2017, dihadiri Wakil Bupati Kotim HM. Taufiq Mukri, SH. MM beserta dinas terkait.

    Seminar yang mengambil tema “Manajemen Tata Kelola Klinis untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Keperawatan Menunjang Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan” ini diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari 250 orang perawat dan mahasiswa jurusan keperawatan se Kotim dan perwakilan dari pelaku medis terutama perawat se-Kalimantan Tengah.

    Untuk memperingati Hari Jadi yang ke 43 yang tepat pada tanggal 17 Maret mendatang, Seminar Keperawatan dengan narasumber Dr. Prayetni dari Kementrian Kesehatan RI ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna Sampit, hari ini Rabu (15/3/2017). Ini juga merupakan agenda pertama yang diselenggarakan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

    Selain itu PPNI juga akan melaksanakan beberapa agenda peringatan hari jadi antara lain (1) Gerakan cuci tangan bersama yang dilaksanakan di 6 titik lokasi yaitu MIN Sampit di bawah naungan Puskesmas Ketapang I, SD Negeri 1 di bawah naungan Puskesmas Ketapang II, SD Negeri 2 dan SD Negeri 9 di bawah naungan Puskesmas Baamang 1, SD Negeri 11 oleh Puskesmas Baamang 2, SD 4 Sawahan di bawah Puskesmas Pasir Putih, dan RS Murjani Sampit dan (2) Bakti Sosial memberantas sarang nyamuk di kecamatan dalam kota Sampit.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kotim yang saat itu hadir menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah-langkah positif yang dilakukan PPNI Kotim, sebab perawat merupakan SDM kesehatan yang jumlahnya paling banyak. Jika SDM perawat yang jumlahnya besar ini memiliki kompetensi yang baik maka dampaknya juga akan besar dalam mewujudkan cita-cita Kotim Hebat menuju Kotim Sehat.

    Sementara melalui tema yang diangkat dalam kegiatan itu, Agus Mulyadi selaku pembicara mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan perawat yang belum di pekerjakan dan perlunya pemberdayaan masyarakat, serta kerjasama mitra. Untuk Perawat itu bekerja dengan beberapa aspek untuk di sikapi, yaitu. Legalitas, kognitif, attitude dan skill.

    Terpisah Kusnadi Jaya selaku ketua panitia mengharapkan agar dalam seminar tersebut perawat dapat pemahaman diri. Berbicara tentang bagaimana cara agar perawat itu punya kompetensi standar untuk melakukan tindakan tertentu dan mempersiapkan diri untuk mengembangkan karir kedepan.

    “Harapannya, kalau sudah dibangun kesadaran maka karir akan jelas. Jadi mereka bisa menjaga bagaimana cara dengan standar prosedur untuk pelayanan masyarakat. Kita mulai tahun ini membangun kesadaran. Agar mencintai pekerjaan nya,”tegasnya

    (jmy/Pro.KP for beritasampit.co.id)