​Komitmen “Grup Astra” Cegah Karhutla Perlu Diteladani Perusahaan Lainnya, Karena..?

    Penulis : Maman Wiharja***

    TIDAK BISA DIPUNGKIRI, disaat kemarau panjang, ancaman bahaya kebakaran sangat menghantui semua pihak, khususnya masyarakat petani. Bahkan, para pemilik perusahaan besar perkebunan kelapa sawit yang ada di seluruh Indonesia, diisaat kemarau panjang, nampaknya tak bisa ‘tidur nyenyak’.

    Ingat akibat kemarau panjang, di tahun 2014/2015 puluhan ribu titik api diberbagai belahan Nusantara, terutama di Sumatra dan Kalimantan, bara apinya telah banyak membumihanguskan hutan dan lahan, akibat kabakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    Kepulan asap yang sulit dibendung, merambah perkotaan dan pemukiman penduduk, seperti beberapa kota di Provinsi Kalimantan Tengah, akibat asap kembakaran karhutla jarak pandang normal hanya mencapai jarak sekitar 10 sampai 20 meter.

    Bencana karhutla ditahun 2014/2015,mendapat perhatian keras dari Presiden RI Jokowi. Perhatian keras Presiden Jokowi, bukan hanya teriak dimibar pidatonya. Tapi, Jokowi langsung turun ‘blusukan’ kebeberapa lokasi karhutla, baik di Sumatra maupun Kalimantan.

    Setelah Presiden Jokowi turun melihat langsung bencana kebakaran karhutla, kemudian Presiden mengintruksikan keseluruh Gubernur, Walikota, Bupati, agar dibentuk tim khusus Penanggulangan Bencana Karhutla. Pengamatan penulis, di tahun 2016 bencana karhutla di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Kalteng, agak menurun tidak separah ditahun 2015.

    Namun tentunya, untuk menghadapi jelang kemarau panjang yang telah menjadi momok kita semua, bisa menimbulkan kebakaran. Maka mulai saat ini, khususnya para perusahaan besar perkebunan kelapa sawit dan tanaman lainnya, kita kembali ‘menyiapkan payung sebelum hujan.

    Seperti halnya, yang telah dilakukan 21 perusahaan Grup Astra yang bernaung diperusahaan induknya PT. Astra International Tbk, telah berkomitmen siap cegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    Kesiapan komitmen Grup Astra untuk mencegah karhutla, bukan hanya sekedar telah melakukan pertemuan,ceramah dan tiori, serta tulis menulis tentang pencegahan karhutla. Tapi dibuktikan dengan fisik,praktek bagaimana cara yang sebenarnya, mengendalikan semprotan slang air besar dari Damkar.

    Dan bagaimana pula,cara lainnnya mengintruksikan bahwa titik api sudah menjalar. Terus bagaimana cara memadamkan ti-titk api kecil, dan besar yang sudah merambah lahan/kebun.

    Itu semua telah dibuktikan pada kagitan “Fire Fighting Competition 2017” yang diikuti 21 anak perusahaan PT. Astra International.Tbk. Wal hasil, pengamatan penulis, komitmen Grup Astra cegah Karhutla melalui kegiatan “Fire Fighting Competitin 2017” perlu diteladani oleh perusahaan lainnnya,karena apa bila “Ada luka ditubuh Kita – Kitalah yang Merasakannya”.

    Begitu pula,kalau terjadi musibah kebakaran di perkebunan,maka yang merasakan orang perkebunan itu sendiri “. Semoga.

    (Penulis adalah wartawan senior di Pangkalan Bun)