​Ini Kata Kades Tumbang Boloi Tentang Pembunuhan Sadis Oleh Banjir Terhadap Istrinya

    SAMPIT – Pembunuhan sadis di desa Tumbang Boloi oleh Banjir terhadap Pitae dikediamannya sendiri, Rabu (12/04/2017) siang, memang mengagetkan dan membuat geger seluruh warga desa setempat.

    Astono Kepala Desa Tumbang Boloi Kecamatan Telaga Antang saat diwawancarai wartawan beritasampit.co.id, Kamis (13/04/2017) via telpon mengatakan tidak menyangka bahwa akan ada kejadian pembunuhan sadis seperti ini di desanya.

    Astono mengungkapkan bahwa Banjir pelaku pembunuhan tersebut bukanlah warga asli Desa Tumbang Boloi, melainkan berasal dari Desa Tumbang Getas Kecamatan Bukit Santuai.

    “Banjir memang terkenal pendiam, tertutup serta kurang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Pekerjaan nya sebagai buruh lepas, dia bekerja apabila ada panggilan borongan atau ajakan warga lain,” ujarnya.

    Astono sendiri kurang mengetahui tentang pelaku karena dia sangat tertutup dan jarang bersentuhan dengan masyarakat di sekitar. Lanjut Kades bahwa Banjir tinggal bersama istri dan anaknya yang baru berumur 1 tahun lebih, dan rumah mereka memang sepi dan jauh dari keramaian.

    “Kami juga tidak menyangka kalau dia tega membunuh istrinya. Mungkin karena ada pertengkaran sehingga Banjir tidak bisa menahan diri dan langsung menebas leher istrinya,” terang Kades.

    Untuk motif pembunuhan pun Astono masih kurang mengetahui dengan jelas, tapi berdasarkan informasi yang didapatkan dari pelaku kenapa tega membunuh istrinya hanya karena masalah sepele.

    (dsz/beritasampit.co.id)