NAH! Proyek Jalan Samuda – Ujung Pandaran ‘Digugat’ LSM Balanga dan GAB Ke Kejaksaan, Siapa Pelaksananya?

    SAMPIT – Dugaan proyek bermasalah yang terindikasi mengakibatkan kerugian negara yang terjadi di titik nol Samuda – Ujung Pandaran, Dimana pekerjaan proyek yang di kerjakan oleh PT. Berkat Rahmat Sejati Pusat Malang, dan pekerjaan proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan denga kwalitas sangat rendah yang di temukan oleh dua Lembaga Swadaya Masyarakat Balanga dan Gerakan Anak Borneo (GAB).

    “Dugaan proyek jalan provinsi yang di kerjakan oleh kontraktor luar yaitu PT Berkat Rahmat Sejati yang berpusat di malang itu mengalami indikasi proyek bermasalah, proyek itu di kerjakan sejak 2016 lalu namun rusak parah karena di temukan beberpa titik yang rusak parah” Kata Gahara Ketua LSM Belanga setelah keluar dari kejaksaan, kamis 13/4/2017.

    Gambar : Tampak jalan sudah rusak – rusak pada ruas jalan dimaksud padahal usia jalan belum berumur

    Proyek itu di kerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp 6 M 40 juta rupiah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah, dengan program pembangunan atau peningkatan jalan provinsi kalimantan tengah jalan Samuda-Ujung Pandaran dengan tanggal kontrak (25/04/2016) lalu
    “Pekerjaan itu juga menggunakan alat yang tidak sesuai dengan kontrak sehingga menimbulkan 10 titik lebih yang rusak, CV. Trias Pointer yang berpusat di palangkaraya yaitu sebagai konsultan pengawas pun di ketahui sangat lemah dalam pengawasan dengan nilai kontrak yang melebihi 6 M itu” Ucap Zulkifli ketua LSM GAB

    Bahkan dari hasil pengumpulan beberapa keterangan menyebutkan pekerjaan tersebut beberapa kali di sempat tidak diterima oleh pejabat penerima hasil pekerjaan (P2HP).

    “Pekerjaan mereka sempat tidak di terima oleh tim P2HP bahkan dua kali tidak di terima, tetapi mungkin mereka lobi-lobi makanya bisa di cairkan uang hasil proyek itu, setelah kami melaporkan ke kejaksaan ini harapanya saya sebagai pelapor meminta segera ditindak lanjuti, apa lagi proyek ini menggunakan anggaran yang sangat besar, agar kedepannya tidak ada lagi kontraktor yg bekerja asal–asalan akan berimbas pada masyarakat yang menggunakan jalan tersebut, sekarang kita lihat, banyaknya lubang bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” tutup Gahara

    (im/beritasampit.co.id)