​Astra Group Gelar Ritual “Beberosih Banua” Adat Dayak Tomun, Ini Ceritranya…

    PANGKALAN BUN – Untuk lebih meningkatkan silaturahkmi kepada warga masyarakat sekitar perkebunan, PT. SINP dan PT. PBNA dari sejumlah anak perusahaan PT.Astra Agro Lestari Tbk (Astra-Group), telah menggelar ritual “Beberosih Banua”, salah satu budaya khas Adat Dayak Tomun di Pangkut Kecamatan Arut Utara (Aruta) Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu, (19/4/2017).

    Sejumlah anak perusahaan PT.Astra Agro Lestari (AAL), antara lain seperti PT. SINP-PBNA yang sudah sering menggelar Budaya Adat Dayak Tomun, mengaitkan kepada salah satu pribahasa, “Tak kenal maka tak sayang”.

    Dan pribahasa yang mudah dicerna sehari-hari itu, sudah sejak lama melekat disemua anak perusahaan PT. Astra Agro Lestari,Tbk (Astra-Group) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sehingga kedekatan dengan masyarakat sekitar perkebunan lebih merekat.

    “Tak kenal maka tak sayang” bukan hanya untuk mengenal sifat seseorang. Tapi terhadap sifat budayanya pun,kita harus lebih mengenal. Seperti halnya Budaya Adat Dayak Tomun. Kalau sudah mengenal, tentunya harus pula menyayangi dan mencintainya,yaitu melalui dukungan, sekaligus mengikuti berbagai Budayanya.

    “Kami menggelar Budaya Adat Dayak Tomun, ingin lebih dekat dengan warga disini, dengan begitu, silaturahmi antara kami selaku investor dengan warga juga akan terjalin dengan baik”,ungkap Nazri Ikhwan. Comunity Deve lopmen Area Manager PT.Astra Agro Lestari Borneo 1,usai menari Adat Dayak,kepada sejumlah wartawan.

    Terpisah, H.Hidayatusyah’ban selaku CDO PT. SINP-PT. PBNA, mengatakan kepada beritasampit.co.id, bahwa pada bulan Oktober 2016 lalu, telah menggelar Festival Budaya Adat Dayak Tomun, yang dibuka oleh Bupati Kotawaringin Barat, Bambang Purwanto, disaksikan Gusti Imanuddin Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Kobar.

    Gelar Beberosih Banua, yang diawali acara Potong Pantan dan Tarian Adat Tomun,serta Ikat Tongang (tangan), Adat pengangktan Saudara.Nampak cukup meriah dengan masyarakat Pangkut Kecamatan Aruta.Karena yang hadir selain beberapa Administratur dibawah naungan PT. AAL dan Demang Arut Utara,Lurah Pangkut,serta Darsani tokoh masyarakat yang menggagas acara “Beberosih Benua” juga hadir aparat Kecamatan, Polsek dan Koramil Aruta.

    Tokoh Masyarakat Pangkut, Darasani mengatakan bahwa kegiatan adat dayak tomun ini dilaksanakan setahun sekali, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya, baik bagi warga Arut Utara pada umumnya, sekaligus mengenalkan budaya adat dayak tomun kepada warga pendatang.

    “Kami juga mengenalkan kepada investor, agar pengusaha juga bersama-sama ikut melestarika budaya adat Dayak Tomun.Seperti dikatakan Bapak Bung Karno Presiden RI Pertama,Bangsa Yang Besar,adalah Bangsa yang mengenal dan melestarikan budayanya”,beber Darsani.

    (man/beritasampit.co.id)