​Harga Jual Karet Kembali Jepit Ekonomi Masyarakat

    SAMPIT – Sejak dua bulan terakhir ini, harga jual beli karet kembali menimbulkan kekwatiran bagi masyarakat, khususnya warga Kotawaringin Timur (Kotim) yang berada jauh di pedalaman maupun antar desa di beberapa wilayah kecamatan.

    Keluhan demi keluhan terus bermunculan oleh para petabi di beberapa desa,terutama desa-desa di kecamatan Cempaga Hulu, Kecamatan Antang Kalang bahkan Mentaya Hulu maupun Kota Besi.

    Sumarni salah satu wanita yang juga berprofesi sebagai penyadap karet ini mengatakan harga jual karet saat ini menurun jauh dari angka Rp 11.000 perkilogramnya yang turun menjadi Rp 6.500 perkilogramnya.

    “Kalau penurunan harganya begitu cepat sekali, misalkan bulan ini turun Rp 1000, lalu satu minggu setelahnya anjlok lagi Rp 800 rupiah, begitu seterusnya. Kami merasa di permainkan oleh investor” kata warga desa Palangan ini dibincangi beritasampit.co.id Sabtu (29/4/2017) tadi pagi.

    Ditempat terpisah Ilik warga desa Tumbang Kalang juga mengungkapkan hal yang sama, bahkan menurutnya di desa sekitar desanyapun harga jual beli karet turun drastis dari angka penjualan yang sudah mencapai Rp 10.000 per kilo itu.

    “Proses pembuatan karetnyapun sudah kami ikuti supaya harga jualnya bisa lebih mahal lantaran paktor kualitas karet yang sebelumnya dikatakan kurang bagus, sekarang apalagi penyebabnya,” ujarnya.

    Hal ini juga menimpa seluruh petani karet di desa-desa Kecamatan Cempaga Hulu dan Kecamatan Cempaga. Dimana harga penjualan karet juga berdampak pada meruginya pengepul.

    “Kita tidak berani beli dengan harga yang seimbang, karena memang dalam hitungan jam saja harga jual ke pabriknya bisa turun, kendalanya belum kita ketahui,apakah karena kualitas karet atau stok yang menumpuk,” ungkap Rio salah satu pengusaha jual beli karet desa Parit ini.

    Dia berharap harga jual karet menjadi perhatian khusus pihak terkait agar pertumbuhan ekonomi warga bisa seimbang terutama dengan nilai kebutuhan sehari-hari.

    “Ya kami minta stabil saja lah,tidak naik dan tidak turun dari Rp 10.00p itu sudah lumayan membantu beban ekonomi warga,” tukasnya.

    (drm/beritasampit.co.id)