​Pembangunan Jalan P. Bun-Kolam Masih Terkendala, Sabar Ya…?

    PANGKALAN BUN – Curah hujan yang kerap setiap hari mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), bukan saja kembali menimbulkan banjir dibeberapa desa, sehingga masyarakat nampaknya tetap sabar, karena curah hujan yang bisa membanjiri lingkungan, dan membanjiri beberapa ruas jalan raya adalah musibah alam, bukan kehendak manusia.

    Adalah pembangunan Jalan Provinsi, Trans Kalimantan Pangkalan Bun-Kolam,yang kini kembali beberapa ruas jalannya digenangi banjir, sehingga kerap sejumlah pihak tertentu menuding dengan kata miring. Padahal, sejak membuka jalan baru, sampai sekarang paling tidak sudah bisa dilalui kendaraan, pihak Pemprop Kalteng dan Pemkab Kobar, telah berupaya untuk terus melakukan berbagai perbaikan.

    Buktinya, saat acara MTQ Ke 48 di Kecamatan Kolam, bersyukur jalan bisa mulus dilalui kendaraan, sehingga angkutan dari Pangkalan Bun ke Kolam, lancar. “Itu adalah bukti nyata,pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan perbaikannya. Dan memang saat ini pembangunan jalan Pangkalan Bun-Kolam,masih terkendala oleh curah hujan,yang hampir setiap hari turun,” jawab DR.Juni Gultom.ST.MT, saat dikonfirmasi beritasampit.co.id, Minggu (30/4/2017), melalui telephon selulernya.

    Menurut Juni Gultom, sepanjang ruas jalan P.Bun-Kolam, sebagian besar kiri-kanannya dihimpit lahan gambut dan rawa. Dan dibeberapa cekungan jalan kalau curah hujannya lama, air sering meluap ke jalan yang baru dibuka, sehingga banjir.

    Namun setelah pembangunan jalannya menggunakan system geotekstil, luapan banjir bisa dikendalikan, sehingga tidak banyak lagi cekungan jalan yang terkena banjir.

    Pembangunan jalan di Km 20 dan KM 21, pembangunannya tahun ini 2017 akan ditinggikan,karena jalannya cekungan,dan yang dikerjakan tempo hari, walaupun masih dalam persiapan (proses permulaan), tapi saya upayakan bagus karena untuk mendukung MTQ.

    Sekarang kita akan lanjutkan gelar geotekstil dan timbunan, sampai KM 21. Sedangkan KM 21 keatas yang 11 miliar belum kontrak. Itu pekerjaan Dinas PU Provinsi, dan PU Kabupaten masih terus melaksanakan pekerjaan sampai km 21 dengan menimbun supaya bebas banjir.

    “Semoga pelaksanaan pekerjaan, jalan PBun-Kolam dapat agar bebas banjir bisa segera teratasi. Diharapkan kepada masyarakat pengguna jalan,mohon maklum dan sabar, karena musibah banjir itu dari alam, bukan kehendak kita. Namun tentunya kami akan terus berupaya untuk menanggulanginya,” terang Juni Gultom.

    (man/beritasampit.co.id)