​Meskipun Adem Ayem, Sampit Tetap Siaga Satu Pada Hari Buruh Nasional

    SAMPIT – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Nasional status siaga satu juga di tetapkan oleh Kapolri diseluruh Nusantara demi menciptakan keamanan dan ketertiban ditengah gemuruh teriakan dan jeritan himpitan ekonomi para buruh diseluruh tanah air ini.

    Hal ini juga turut dirasakan oleh seluruh pekerja yang bertaruh jiwa raga di Provinsi Kalimantan Tengah ini. Seperti di Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini.

    Meski tidak terlihat dan terdengar gemuruh hiruk pikuk para buruh untuk menyampaikan aspirasinya di beberapa instansi pemerintah, pihak kepolisian tetap memantau jalannya hari buruh di kota ini mengingat Kotim merupakan salah satu tempat tujuan terbesar para pendatang maupun masyarakat lokal yang saat ini mencari nafkah di ratusan perusahaan besar swasta (PBS).

    Status siaga satu ini menurut Kapolres Kotim AKBP Johanes P. Siboro melalui tiga Kapolseknya yakni Kapolsek Sungai Sampit, Kapolsek Mentaya Hulu, dan Kapolsek Cempaga Hulu saat dibincangi beritasampit.co.id, Senin (1/5/2017) pagi tadi.

    “Kita dalam status siaga satu hari ini. Kami sendiri di instruksikan oleh pimpinan untuk melakukan beberapa kegiatan pencegahan dan juga giat patroli rutin,” ungkap Iptu Masriwiyono yang tak lain Kapolsek Sungai Sampit ini.

    Sementara itu Kapolsek Cempaga Hulu Iptu A.Rochmat SH juga menerangkan saat ini pihaknya masih terus memantau dilapangan sambil berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun pihak perusahaan dan juga pihak desa-desa di kecamatan setempat.

    “Ini operasi Mayday kita tetap mengutamakan pembinaan dan menjalin kebersamaan di tengah masyarakat, terutama para buruh, sampai saat ini kondisi dilapangan masih sangat kondusif, mudahan tidak adanya kendala selama proses pengawasan kami sampai selesai,” ungkapnya.

    Ditempat terpisah Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Syaifullah juga menjelaskan pihaknya saat ini masih bergelut di lapangan menyambangi beberapa tempat untuk melakukan pencegahan awal dan menciptakan situasi kamtibmas yang nyaman dimata masyarakat.

    “Sampai saat ini belum ada kita terima informasi adanya kegiatan para buruh, namun kami juga terus melakukan pemantauan dilapangan, kita stanbay terus,” timpalnya.

    Dia juga mengharapkan bertepatan dengan hari buruh sedunia ini masyarakat atau para buruh khususnya diwilayah hukumnya tidak melakukan pelanggaran pidana apabila memang ingin menyampaikan aspirasinya.

    “Kami tidak melarang,namun kami berharap agar tetap taat pada aturan yang berlaku itu saja,” pungkasnya.

    (drm/beritasampit.co.id)