Perusahaan yang Bandel Laporkan, Buruh Harus Berani Berwirausaha

    PANGKALAN BUN – Rahmat N. Hamka,SH.MH.MSi,Anggota DPR.RI, politikus muda dari Partai PDI Perjuangan dan orator andalan Propinsi Kalteng,saat didaulat untuk pidato dihadapan massa buruh,yang menggelar asksi demo damai dihalaman Gedung DPRD Kobar Senin (1/5/2017),seruan pidatonya sangat memukau.

    “Jangan takut, saya minta kepada semua pengurus organisasi buruh yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat, segera mencatat perusahaan yang masih bandel,tidak mau mematahui undang-undang ketenagakerjaan. Langsung berikan kepada saya dan akan saya bawa ke Presiden, melalui stafnya,” seru Rahmat, penuh semangat, sehingga lapangan halaman DPRD sontak dipenuhi massa buruh.

    Ditegaskan Rahmat dalam pidatonya, juga mengkritik kepada semua pengurus organisasi ketenaga kerjaan di Kabupaten Kobar jangan hanya mau diiming-iming oleh perusahaan, kemudian lupa kepada buruh.

    “Itu tidak benar, berarti pengurus hanya mementingkan pengurusnya sedniri. Tapi, yang paling penting harus bisa menjadi benteng, untuk menyampaikan keluhan para buruh, sehingga semua tuntutan buruh terpenuhi. Benaaaar,” tegas Rahmat,yang disambut masa buruh,”Benaaar…Hidup DPR…”.

    “Seperti tadi telah telah di sampaikan Pak Kosim Ketua DPC. KSPSI, yang menyampaikan 12 poin tuntutan buruh, saya siap akan mambantu meneruskannya ke staf Presiden. Tapi mulai sekarang saya minta semua buruh harus kompok. Karena kalau ingin berhasil memperjuangkan tuntutan,kuncinya adalah kita semua harus kompak, jangan ada yang membelot. Setujuu,” seru Rachmat, yang disambut massa buruh “Setujuuu”.

    Dalam orasi pidatonya, Rahmat juga meminta dua orang buruh, pekerja laki-laki dan peremuan untuk naik panggung. ”Jangan takut, sampaikan apa keluhannya,” tanya Rachmat.

    Dijawab kedua buruh, secara bergantian hampir senada, mereka sudah kerja 4 tahun lebih,masih pekerja harian dan tidak pernah menerima THR dan tidak diikut sertakan BPJS Ketenaga Kerjaan dan Kesehatan.

    “Bukan hanya sampean, tapi banyak pekerja lainnnya kan,” tanya Rachmat, yang dibenarkan kedua buruh. ”Nah ini, buktinya bahwa masih ada perusahaan yang tidak adil,bahkan telah melanggar undang-undang, ini harus segera mendapat perhatian Pemkab Kobar,” tegas Rahmat.

    Dalam pidato klimaksnya Rachmat, sedikit mengupas Pidato Bungkarno Presiden RI Pertama, “Ingat dulu Bapak kita Bungkarno, telah berpesan, kalau kaum buruh, tani dan nelayan, hidupnya masih ketergantungan kepada majikannya. Maka, kita ini belum merdeka,” beber Rahmat.

    Diaela orasinya, Rahmat juga meminta kepada kaum buruh untuk berani bedwirausaha. Dngan pesan Bung Karno kata Rahmat mengajak kepada massa buruh, pekerja untuk berani berwirausaha.

    “Kita, selamanya tidak mungkin jadi buruh atau pekerja, apalagi sekarang kaum buruh dan pekerja masih banyak yang belum menerima keadilan dari perusahaan.Untuk itu saya sedikit member masukan, kepada semua buruh, pekerja di Kabupaten Kobar, agar berani untuk berwira usaha, secara mandiri, baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri dirumahnya,” jawabnya.

    Dijelaskan saat dikonfirmasi beritasampit.co.id, usai pidato mengatakan, bagi suaminya yang bekerja, atau hanya istrinya saja yang bekerja di perusahaan. Maka, sisihkanlah uang gajihnya melalui tabungan, untuk awal modal usaha.

    Dan kalau sudah ada bukti usaha,seperti membuka warung,atau toko kecil-kecilan, maka bisa untuk mengajukan modal melalui UMKM, untuk menyangga ketahanan ekonomi buruh, sekaligus keluarganya. Sekarang, pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten telah memberikan berbagai kemudahan kepada masyarakat,yang akan dan telah membuka wira usaha.

    “Pemprov Kalteng, memiliki Bank Kalteng,yang cabang-cabangnya telah ada di seluruh Kabupaten/Kota se Kalteng, yang siap akan memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat, juga kepada kaum buruh dan pekerja,” ujar Rahmat.

    Diakuinya memang disemua perusahaan besar, pasti ada Koperasinya, untuk kepentingan karyawan, buruh dan pekerja lainnya.

    ”Tapi,kl kalau melalui koperasi,buruh dan pekerja,tl terkadang terlilit utang ke Koprasi. Maka dari itu, seperti tadi seruan saya kepada massa buruh. Harus berani mencoba, membuka wira usaha,secara mandiri.Kl Karena para buruh dan pekerja, tidak selamanya bekerja diperusahaan, pasti ada pensiunnya. Maka dengan membuka wira usaha,ekonomi keluarga buruh, yang sudah pensiun akan terbantu,” terangnya.

    (man/beritasampit.co.id)