​Benarkah Upah Kerja Tambang Dibawah UMK, Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Pekerja

    SAMPIT – Banyak masyarakat tidak tahu akan hal ini, dimana Upah Minimum Kabupaten yang berbanding dengan kajian UMR ini tidak terlaksana dengan baik oleh pihak-pihak investor yang menggaruk untung di Kabupaten Kotawaringin Timur ini.

    Bahkan mirisnya sekelas perusahaan besar swasta yang bergerak di bidang pertambangan seperti di Desa Sudan,Kecamatan Cempaga Hulu inipun sangat tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh para buruhnya.

    Mengingat ini masih memasuki hari buruh sedunia salah-satu tokoh pemuda masyarakat desa setempat mengharapkan agar pemerintah setempat melakukan pengecekan terhadap falsilitas pekerja yang mana tidak sesuai dengan aturan itu.

    “Bekerja di penambangan biji besi itu jelas penuh resiko,semata maut menanti anda, pertanyaan saya apakah pihak perusahaan sudah memenuhi hal itu bagi para pekerjanya,” ungkap Anton

    Bahkan menurutnya tidak hanya hal itu, sampai saat ini gajih karyawanpun tidak tembus pada angka 2,2 juta lebih seperti yang diterapkan oleh aturan kabupaten tersebut.

    “Paling besar Rp 1,5 juta itupun sudah masuk ongkos tanggung makan dua kali seharinya,belum lagi alat keselamatan kerja para karyawan yang tidak ada sama sekali,seperti helm dan lainnya itu,” urainya.

    Sementara itu WN salah satu karyawan di pertambangan bouksit di desa tersebut saat dikonfirmasi beritasampit.co.id Selasa (2/5/2017) pagi tadi terkait hal ini juga membenarkan hal itu

    “Jangankan gajih yang sesuai UMK, jaminan keselamatanpun seperti BPJS kami tidak ada sama sekali,” ujarnya.

    (drm/beritasampit.co.id)