​Hamdhani : “Boikot Eropa Soal Sawit Bahayakan Petani di Kalteng”

    JAKARTA – Anggota DPR RI Hamdhani, SIP, Dapil Kalimantan Tengah, dari Fraksi NasDem mengungkapkan adanya upaya boikot dari Parlemen Eropa untuk minyak sawit Indonesia, sangat membahayakan petani sawit di Kalimantan Tengah.

    “Kalteng banyak kebun sawit. Tentunya kita sangat prihatin jika sampai boikot dari Eropa itu jadi kenyataan. Kita meminta pemerintah pusat aktif memberikan informasi kepada mereka di Eropa bahwa di Indonesia itu tidak seperti mereka lihat yaitu perkebunan sawit Indonesia merusak lingkungan, mempekerjakan anak-anak,” katanya.

    “Hal yang tidak akurat yaitu dihubungkan dengan korupsi,  melanggar hak asasi manusia (HAM). Ini benar-benar mengada-ada,” kata  Hamdhani saat menjadi pembicara dialektika demokrasi ‘Lawan Parlemen Eropa,” di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (4/5/2017).

    Hamdhani menjelaskan, rencana boikot itu tidak sampai terjadi. Karena jika tidak bisa dibatalkan, maka petani sawit di Kalteng terancam turun penghasilan.

    “Sekarang dengan hasil sawit, membuat petani menjadi tenang karena per bulan terpenuhi keperluan mereka. Tidak terbayangkan jika harga sawit anjlok karena pengaruh boikot Eropa itu, pasti banyak pengangguran dan kriminilitas tinggi,” ucap Hamdhani.

    Parlemen Eropa itu harus tahu bahwa petani sawit di Indonesia itu kebanyakan milik rakyat, bukan perusahaan besar seperti terjadi di negara lainnya.

    “Saya hanya terpikir ke depan saja, semoga tidak ada boikot dengan produk sawit Indonesia, karena efeknya kurang baik bagi rakyat di desa,” akunya.

    Anggota dari Kalteng ini melihat sikap Eropa tersebut akibat terjadi persaingan bisnis saja, karena sawit kita nomor satu ke pasaran Eropa,” tegasnya.

    Selain itu, minyak sawit sangat diperlukan ratusan produk, sehingga mengalahkan minyak dari bunga matahari, minyak dari jenis lainnya.

    “Sementara negar Eropa tidak punya kebun sawit, sehingga agar produk dari bahan minyak selain itu kebun sawit di wilayah mereka tidak memiliki, maka dicari-carilah untuk bisa alasan memboikot sawit kita. Ini tidak fair. Ya, salah satu jalan, kita harus memberikan informasi kepada pihak Eropa bahwa apa yang mereka hembuskan dengan alasan untuk memboikot itu sangat mengada-ada, jelanya.

    (djan/beritasampit.co.id)