​Napi ini Diperiksa Kembali Oleh Kejaksaan, Kenapa ?

    SAMPIT – Supry Yono alias Supri (26) Seorang narapidana (Napi) yang sudah resmi menjadi tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB dibawa kembali ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotawaringin Timur (Kotim), Supri Dibawa kembali ke Kejari guna untuk kembali mengikuti proses pelimpahan berkas tahap II.

    Supry kembali disidik jaksa lantaran terlibat kasus yang berbeda dari kasus sebelumnya yakni pencurian televisi, dan yang terbaru ini adalah tindak pidana penggelapan sepeda motor.

    Warga Dusun Runting Tada, Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang, Kotim ini masih saja mengelak jika dirinya tidak melakukan penggelapan sepeda motor bernomor polisi KH 4660 LI milik Agus Silpani yang merupakan temannya sendiri.

    Dengan berdalih ingin mengambil uang ditempat keluarga Supry, korban pun meminjamkan kepada tersangka yang berboncengan dengan Upik (DPO).

    Kasus tersebut terjadi di Jalan Jendral Sudirman Km 54, Desa Penyang, Kecamatan Telawang pada pertengahan bulan November 2016.

    Saat disidik, tersangka mengatakan, tidak ada niat sedikit pun untuk menggelapkan motor milik korban. “Saya sedang mencuci di sebuah sungai di Daerah Asam Baru, motor tersebut dibawa Lari oleh Upik (DPO).

    “Sebelum motor itu dicuri oleh Upik, kamu (tersangka) berusaha menjual motor itukan, namun karena harga yang kamu tawarkan cukup tinggi makanya tidak ada yang mau beli. Itu benarkan,” tanya Jaksa Penyidik.

    “Jika masih mengelak saya akan tuntut kamu dengan pidana penjara seumur hidup,” tambah Jaksa Penyidik, Laddy Lanny Tarore, SH saat melakukan penyidikan terhadap Supry, Rabu (3/5/2017).

    Diketahui tersangka menawarkan sepeda motor tersebut kepada Andut yang berada di daerah Tangar dengan harga Rp2 juta 500 ribu. namun Andut mengetahui jika motor tersebut merupakan milik korban yang tidak lain adalah merupakan saudaranya.

    Kemudian tersangka dengan bersama Upik melanjutkan perjalanan ke arah Pangkalanbun. Sesampainya di Asam Baru, disitulah Upik membawa kabur motor curian tersebut seorang diri.

    “Saya berusaha mencari motor tersebut dan tidak menemukannya, saya kembali ke Rumah. Hingga hari Jumat (2/12/2012) saya diamankan petugas kepolisian atas kasus pencurian sebuah televisi,”ucap tersangka.

    Setelah divonis ia diproses lagi atas kasus penggelapan ini dan dijerat dengan Pasal 372 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

    (im/beritasampit.co.id)