​Judi Goler dan Dagur Incar Perusahaan, Begini Ceritanya…

    SAMPIT – Setelah cukup lama tidak terdengar kabar adanya praktek perjudian Bola Goler dan Dagur (Dadu Gurak) di Kabupaten Kotawaringin Timur, kini praktik perjudian itu kembali mewabah ditengah kalangan masyarakat.

    Namun praktiknya dilakukan dengan cara bertahap, lantaran para bos atau bandar dadu gurak (tebak angka) dan Bola Goler ini menunggu masa gajihan para karyawan perusahaan yang bergerak di industri sawit.

    Berdasarkan informasi dihimpun beritasampit.co.id, Jumat (4/5/2017) pagi, menurut Roby warga desa Tehang, Kecamatan Parenggean, praktik perjudian itu kerap dilakukan pada malam hari setelah para karyawan usai menerima gajih dari perusahaan sawit di desa setempat.

    “Biasanya malam Rabu, atau malam Kamis, sesudah karyawan gajihan pasti ada buka mereka,” katanya.

    Selain itu menurutnya jumlah lapak judi goler itupun tidak sedikit, dari tiga sampai Lima lapak yang tergabung dari sebagian lapak judi goler dan lainnya lapak judi dadu gurak.

    “Tergantung kalau ada peminatnya mereka mainnya lama sekali, kalau tidak ada peminatnya mereka cepat tutupnya,” pungkasnya.

    Dia juga mengharapkan agar pihak pemerintahan desa setempat tidak membiarkan hal ini terus terjadi, bahkan dirinya berharap warga maupun pimpinan desa bisa melaporkan hal itu ke polisi.

    “Kasian warga lain mas,terutama yang suka judi,akhirnya rumah tangga jadi tidak harmonis gara-gara suaminya menghamburkan uang untuk judi,” timpalnya.

    Terpisah Kapolsek Parenggean Iptu Saldiky Julanda Al Qorim dikonfirmasi pagi ini masih belum memberikan komentarnya apakah benar warga masayarakat sudah ada yang melaporkan kasus ini.

    (drm/beritasampit.co.id)