​Sejumlah PSK “Disandera” Germonya. Lho Kok Gitu Sieh ?

    PANGKALAN BUN – Lokalisasi tempat berkumpulnya Pekerja Seks Komersial (PSK),yl yang oleh para “Hidung Belang” akrab disebut “Kalbar” alias Kalimati Baru di Dukuh Mola Desa Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kabupaten Kobar, ternyata menyimpan fenomena ceritra ‘kelam’ bagi sejumlah PSK.

    Umumnya, PSK yang didatangkan oleh germonya dari beberapa kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah ini, mengalami nasib yang kurang baik dilokalisasi tersebut.

    Seperti dikeluhkan sejumlah PSK dari beberapa “Wisma Karaoke” mengungkapkan mereka sudah ada satu tahun,hanya diam dilokasi tidak boleh main ke Kota Pangkalan Bun.

    “Sepertinya, saya ini disandera disini oleh Papih dan Mamih (sebutan PSK kepada germonya, red). Seperti apa Kota Pangkalan Bun, sampai sekarang saya tidak tahu. Mau main dilarang dan mau kabur tidak tahu arah dan jalan, karena waktu pertama dibawa kesini, kok jalannya kiri-kanan hanya terlihat tanah kosong yang penuh hutan ilalang,” keluh Rosmiati (23) salah seorang PSK berkulit kuning langsat (bukan nama sebenarnya.red), saat dibincangi beritasampit.co.id Kamis, (4/5/2017) malam.

    Menurut Rosmiati, bukan hanya dirinya yang merasa ‘disandera’. Tapi banyak teman-teman lainnya yang hidupnya terkurung di sekitar “Wisma” (Tempat Karaoke Plus kamar). ”Kalau saya tahu, saya sangat menyesal mas. Katanya saya dan dua teman ini mau dikerjakan dirumah makan besar di Kalimantan. Eh tahu-tahunya dibawa kesini. Dan mau kabur, selain takut karena saya tidak tahu jalan dan lokasi ini semuanya dikelilingi hutan alang-alang,jl jauh kepemukiman penduduk,” aku Melati (19) (bukan nama sebenarnya).

    Terpisah, Maulana Syukur salah seorang tokoh masyarakat di Pangkalan Bun, saat dikonfirmasi beritasampit.co.id, membenarkan lokasi PSK di Dukuh Mola di Desa Pasir Panjang, sangat jauh ari pemukiman penduduk.

    “Dari jalan aspal arah ke Desa Kumpai Batu Atas,belok kanan masuk kejalan tanah rusak dan pasir, jauhnya sekitar 20 kilometaran.Dulu kan lokasi PSKnya di Kalimatu,dekat sekitar 4 km dari Pangkalan Bun. Karena lokasinya dekat dengan tempat ibadah dan pemukiman penduduk oleh Bupatu Ujang Iskandar, dipindahkan ketempat jauh. Kalau memang banyak PSK yang seolah-olah disandera oleh germonya, harusnya pihak Dinas Sosial membantu,jangan hanya mendata dan mendata saja, mereka juga manusia butuh kemerdekaan,” tegas Maulana.

    (man/beritasampit.co.id)

    (Visited 1 times, 1 visits today)