Tidak Terpuji…! Oknum Polantas Pukul, Tendang, dan Ceburkan Pemuda Kedalam Kolam Ikan

    SAMPIT – Giat operasi Patuh Telabang yang resmi digelar pada Selasa (9/5/2017) tercoreng dengan ulah oknum anggota Satlantas Polres Kotim, yang berbuat anarkis serta mengintimidasi pemuda yang ditilangnya saat razia berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB lalu, dijalan Ahmad Yani ? di kawasan simpang empat Bundaran Pentol Sampit.

    Hal ini diungkapkan oleh korban bernama Iqbal Ramadan (18) yang mendatangi kantor PWI Kotim, untuk mengadu perlakuan kurang baik oleh oknum Satlantas tersebut kepada wartawan yang mana juga ada sejumlah pengurus dan Ketua PWI Kotim.

    Pemuda yang baru lulus tahun lalu dari Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Kecamatan Kota Besi ini kepada awak media di kantor sekertariat PWI Kotim Rabu (10/5/2017) sekitar Pukul 13.20 WIB tadi sore mengungkapkan, pemukulan itu berawal saat dirinya melaju kendaraan dari arah Bundaran Polres menuju arah Pelabuhan Mentaya melintas jalan Ahmad Yani tersebut.

    Namun sesampainya di persimpangan Bundaran Pentol, beberapa anggota Satlantas sedang melaksanakan giat hari pertama Operasi Patuh Telabang usai di resmi akan digelar pagi harinya oleh Wakapolres Kotim tersebut.

    “Saya baru habis mengikuti tes kesehatan, setelah mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Djogjakarta, pas dalam perjalanan mau pulang, lalu saya diberhentikan oleh polisi itu lalu ditilang,” ungkapnya.

    Setelah itu oknum polisi yang memukuli korban itu membuatkan surat tilang dan menyerahkannya kepada korban. Namun korban enggan menandatangani dan mencoret surat tilang yang diberikan oleh anggota tersebut.

    “Saya akui saya salah, belum punya SIM dan tidak membawa STNK, dan saya sudah berkali-kali meminta maaf kepada orang itu. Tetapi setelah itu saya diajak kekantor lantas dan sampai disana saya dipukuli oleh orang itu. Saya tidak tau namanya, tapi kalau wajahnya saya masih ingat,” terangnya kepada wartawan yang menanyakan kronologis aksi pemukulan tersebut.

    Ternyata setelah beberapa saat usai memberikan hadiah pemukulan yang mengenai tepat di dahi korban, pelaku tidak puas. Lagi-lagi pelaku membawa korban keluar halaman belakang yang mana terdapat sebuah kolam berisi ikan peliharaan di markas Satlantas tersebut.

    “Setelah itu saya disuruh nyebur kedalam kolam ikan itu, tapi saya menolak, ternyata karena saya tolak, lalu pinggang kanan saya di tendang sampai akhirnya saya jatuh kedalam kolam itu, sampai sekarang baju dan celana yang masih kotor dan basah itu masih saya simpan dan belum di cuci buat bukti,” lanjutnya.

    Bahkan pemuda yang menunggangi sepeda motor Jupiter MX warna hitam ini ketika terkena razia Patuh Telabang itu juga mendapat intimidasi dari anggota lainnya yang akan menembaknya apabila tidak menyeburkan diri kedalam kolam.

    “Ada juga yang mau menembak saya apabila tidak nyebur kedalam kolam, tapi beruntungnya ada polisi lain yang melarang saya untuk nyebur dan menyuruh saya lekas pulang,” lanjutnya.

    Tidak terima dengan perlakuan kasar anggota Lantas itu, korbanpun memberitahukan kejadian itu kepada seluruh anggota keluarganya yang tinggal di Mentaya Seberang,Kecamatan Saranau tersebut.

    “Kakek saya yang marah,apalagi itu motor punya beliau bukan punya saya,saya hanya pinjam karena mengikuti tes kesehatan itu,” tutupnya.

    (drm/beritasampit.co.id)