​Masih Ngeyel !!! PKL Jalan MT Haryono Sampit Akhirnya Ditertibkan

    SAMPIT — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (15/5/2017) akhirnya melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di Jalan MT Haryono berdekatan Kodim 1015 Sampit, pukul 10.00 WIB.

    Kepala Satpol PP Kotim Rihel mengatakan Penertiban para PKL itu sudah sesuai dengan surat teguran yang telah di berikan oleh pihaknya hingga sampai 3 kali.

    PKL sendiri tidak menggubris surat teguranbtersebut. Sehingga petugas Satpol PP turun kelapangan menindak para PKL yang nakal ini.

    “Surat teguran sudah diberikan kemarin, bahkan sampai tiga kali. Terakhir kemarin kita buat pada Jumat (12/5/2017),” ujar Rihel (15/5/2017). Dikatakan bahwa para PKL sangat mengangu ketertiban dan kenyamanan umum khususnya lalulintas.

    “Kita sebentar lagi akan melaksanakan Kalteng Expo. Dalam acara tersebut banyak tamu yang datang malu lah kita kalau di lihat oleh mereka tempat kita kumuh dan kotor oleh tamu-tamu dari darah lain. Nanti mereka kira kita ngak pernah mengatur para PKL ini,” kata Rihel disela Penertiban PKL tersebut.

    Dia juga menambahkan bukan hanya PKL di jalan MT Haryono yang ditertibkan, akan tapi juga di lokasi Pasar Sejumput. Dia juga berharap agar semua PKL yang di tertibkan agar dapat menempati kembali lokasi di Time Zone lagi.

    “Tapi belum kami selesaikan dalam rapat. Keinginan saya setiap kecamatan ada yang bisa berjualan buah. Jadi tamu-tamu yang datang, akan tahu bahwa di Sampit ini setiap kecamatannya memiliki penjual buah. Jadi kan kita punya ciri khas tersendiri, mau saya seperti itu tapi tergantung dari SKPD yang terkait lagi kan,” ucapnya.

    Dari hasil rapat di DPRD, sebelumnya ada 27 orang PKL yang harusnya meningalkan pinggiran jalan MT Haryono. Dari 27 surat itu dari yang pertama kali di sampaikan ada yang juga yang langsung mematuhi peringatan tersebut.

    “Tapi pas kami tindak lanjuti hari ini masih ada 6 mobil pickup yang masih parkir di pinggir jalan, mereka bermacam alasan, ini itu lah. Jadi seperti itulah mobilnya mogok, langsung di simpan disitu dan juga menjadi tempat tidur mereka. Pola nya mereka ini hampir sama seperti di Jakarta,” terangnya.

    (im/beritasampit.co.id)