​WOW…Dalam Sehari, Satreskoba Polres Kotim Berhasil Menangkap Empat Pengedar Sabu 

    SAMPIT – Satu hari saja cukup bagi Satuan reserse narkoba (Satreskoba) Polisi Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil membekuk empat orang tersangka pengedar narkotika jenis sabu dilokasi berbeda-beda.

    Namun, dari keempat tersangka tersebut ada yang satu jaringan yang sama.

    “Pada hari Minggu (14/5/2017) lalu, kami (Satreskoba) melakukan penangkapan pelaku pengedar sabu-sabu. Tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan. Tiga diantaranya dibekuk di Kecamatan Bamang dan satu dibekuk di Kecamatan MB Ketapang,” kata Kapolres Kotim AKBP Johanes Pangihutan Siboro, SH. SIK melalui Kasatreskoba Polres Kotim AKP Wahyu Edy Priyanto, Selasa (16/5/2017).

    Tersangka Hendra Gunawan (33) ditangkap dikediamannya di Jalan Hasan Mansur RT 42 RW 07, Kecamatan Baamang dengan barang bukti berupa enam paket sabu seberat 2,38 gram beserta barang bukti lainnya yang ditemukan di meja dalam kamar tersangka.

    Petugas kemudian berhasil menggelandang satu orang ibu rumah tangga yang juga merupakan pengedar barang haram tersebut.

    Erna Yusmita (38) ditangkap dikediamannya yang berada dijalan Desmon Ali No 66 RT 40 RW 07 Kecamatan Baamang “13 paket kecil narkotika golongan I seberat 3,64 gram disembunyikan dikantong baju tersangka yang ada didalam kamarnya,” ucap Wahyu.

    Wahyudi juga menambahkan setelah itu aparat berhasil membekuk Awaludin Normansyah Efendi alias Pepen (33) dikediamannya yang berada diJalan Kurnia Hasan 3, RT 42 RW 07 Perumahan Melati Permai, Kecamatan Baamang.

    Dari hasil penggeledahan petugas menemukan barang bukti utama yakni satu bungkus plastik kecil berisi serbuk krital bening diduga Shabu dengan berat kotor 4,97 gram yang disembunyikan dirak televisi dalam kamar tersangka.

    “Pada Minggu malam pukul 20.00 WIB anggota Satreskoba kembali membekuk satu pengedar yang beralamat di Jalan Pangeran Antasari, Gang Tiung, Kecamatan MB Ketapang.

    “Dari kediaman Anjar Prabowo alias Anjar (32) ditemukan peralatan isap yakni 1 buah pipet kaca, 1 buah bong yang terbuat dari botol kaca dan 2 buah sendok yang dibuat dari potongan sedotan. Sementara barang bukti utama yakni 2 paket sabu-sabu seberat 4,97 gram dan uang Rp 400 didalam dompet yang ditemukan dilantai depan kamar tidur tersangka.

    Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) junto Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

    “Kami akan selalu melakukan penangkapan baik pengedar maupun bandar sabu, guna memberantas barang haram tersebut. Masyarakat juga harus ikut serta dalam pemberantasan narkoba dalam jenis apapun, yaitu dengan cara menginformasikan kepada petugas kepolisian jika mengetahui adanya transaksi maupun pesta narkoba agar langsung dapat memginformasikannya,” tutup Wahyu.

    (im/beritasampit.co.id)