Dasar Anak Durhaka ! Ayah Sedang Sakit Malah Burungnya Ditendang…Masuk Penjara Baru Nyesel

    SAMPIT – Perbuatan Coing (22) terhadap ayah kandungnya ini benar-benar tidak manusiawi. Pada saat sang ayah menderita sakit dirinya malah menganiaya sang ayah hingga harus dirawar itensif di rumah sakit pada Kamis (11/5/2017) pukul 15.00 WIB lalu.

    Mirisnya kejadian yang menimpa Ekok (42) ini terjadi di dalam rumah korban di Desa Pondok Damar Rt.001 Rw.001 Kecamatan Mentaya Hilir Utara,Kabupaten Kotawaringin Timur. Tidak terima dengan perbuatan pelaku sang paman melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Sungai Sampit pada Sabtu 13 Mei 2017, sekitar pukul 16.00 WIB.

    “Kita menerima laporan dari kakak korban bernama Surianto, (44) ini bahwa terlapor bernama Coing sudah melakukan aksi tindak pidana penganiayaan terhadap korban,mendapat laporan itu kita lalu mengamankan pelaku,” ungkap Kapolres Kotim AKBP Johanes P.Siboro melalui Kapolsek Sungai Sampit Iptu Masriwiyono SH saat dikonfirmasi beritasampit.co.id Selasa (16/5/2017) tadi siang.

    Sementara itu saat disinggung kronologis kejadian ini Kapolsek menambahkan aksi penganiayan itu bermula tepat pada saat korban yang mana diketahui dalam keadaan sakit dirumahnya itu, menegur terlapor,gara-gara menyetel suara televisi terlalu keras.”Merasa tidak terima terlapor tersinggung dan berdiri lalu menendang korban hingga kena di bagian kemaluan korban,” timpalnya.

    Dia menambahkan pasca kejadian tersebut, korban sempat jatuh pingsan hingga dilarikan ke Rumah Sakit Dr Murjani Sampit untuk menjalani perawatan medis.”Informasi terakhir korban sempat menjalani rangkaian operasi,memang kata pihak medis maupun keluarganya korban sebelumnya sudah menderita riwayat penyakit hernia,” jelasnya.

    Sedangkan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini harus menghuni sel tahanan Mapolsek Sungai Sampit.Dirinya bahkan terancam Lima Tahun penjara kurungan.

    “Terlapor kita bidik dengan UU No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Dia kita kenakan Pasal 5 huruf a, juntho Pasal 44 ayat 1, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 15 juta rupiah,” tutupnya.

    (drm/beritasampit.co.id)