​Jangan Bergerak! Dua Kurir dan Satu Bandar Sabu Desa Pundu Dicokok Polisi

    SAMPIT-Jajaran Satnarkoba Polres Kotim kembali beraksi,kali ini dua bandar narkoba jenis sabu-sabu tidak berkutik saat pasukan pemburu kristal putih ini meringkus keduanya di tempat berbeda pada Senin (15/5/2017) sekitat pukul 16.30 WIB.

    Berdasarkan informasi dihimpun beritasampit.co.id Rabu (17/5/2017) tadi pagi pengungkapan kasus ini bermula saat jajaran narkoba menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan aksi kedua pelaku tersebut.

    Berdasarkan laporan itu beberapa anggota pantang pulang tanpa musang ini mulai melakukan penyelidikan.

    Hal ini juga diungkapkan oleh Kapolres Kotim AKBP Johanes P. Siboro melalui Kasatnarkoba AKP Wahyu Edy Prianto saat dikonfirmasi beritasampit tadi siang.

    Menurutnya kedua pelaku merupakan target operasi jajarannya yang mana saat ini sudah diamankan dengan cukup banyak barang-bukti setelah dilakukan penggeledahan usai pelaku bernama Ucun (28) ini berhasil dibekuk.

    Dari tangan Ucun aparat berhasil mengamankan dua paket berisi sabu-sabu dengan berat 1,25 gram.

    “Setelah kita kembangkan kembali kami bersama kepala Desa Pundu selaku saksi melakukan penggeledahan,sehingga menemukan sejumlah barang-bukti lainnya di rumah Mimbar,” ungkap Kasatnarkoba.

    Adapun rincian barang-bukti yang berhasil diamankan oleh aparat yakni dua bungkus plastik kecil yang berisi serbuk kristal warna bening di duga narkotika jenis sabu berat kotor 1,25 gram, satu buah timbangan digital warna silver,sejumlah uang tunai Rp. 4.200.000, satu buah kaleng milton (pengharum mulut).

    Kemudian satu lembar celana panjang jeans warna biru, dua buah Hape, satu unit buah sepeda motor jupiter MX biru hitam nopol KH 2619 LN.

    “Semua berdasarkan hasil pengembangan setelah terlapor satu kita tangkap,kemudian di lakukan penggeledahan badan di temukan dua bungkus plastik kecil yang di duga sabu-sabu,” lanjut Wahyu.

    Sedangkan pelaku lainnya yakni Ejon yang juga diamankan oleh aparat bersamaan dengan dua lainnya, namun hingga saat ini keterlibatan Ejon sendiri masih belum diketahui secara pasti terkait peredaran sabu di Desa Pundu tersebut.

    Saat ini sendiri ketiganya masih dalam pemeriksaan penyidik untuk mengungkap jaringan lainnya, ketiganya diancam Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman diatas lima tahun penjara.

    “Mereka masih kita periksa,saat ini kasus ini masih dalam pengembangan kita,” tutup Wahyu.

    (drm/beritasampit.co.id)