​EO Kalteng Quality Expo Ancam Cabut Stand, Terkait Hadirnya Pameran Bayangan

    SAMPIT – Pelaksana Event Organizer (EO) Kalteng Quality Expo (KQE) 2017 yang digelar di Kota Sampit, ternyata menuai banyak masalah.

    Pihaknya mengancam akan mencabut stand baik indoor maupun outdoor yang sudah terpasang karena hingga kini belum ada tanggapan pihak terkait tentang adanya pameran bayangan yang dilakukan oleh orang diluar penunjukan EO KQE Provinsi Kalimantan Tengah, besok pagi.

    Ironisnya pameran bayangan yang sudah berdiri dihadapan Stadion 29 November Sampit, yang sebelumnya pada rapat bersama panitia belum lama ini seyogyanya dijadikan halaman parkir malah digunakan menjadi tempat Pasar Rakyat.

    Direktur Utama PT. Putra Rafi Kreasi (PRK) Endan Harianto (Dadang Nekad) telah menyampaikan surat terbuka kepada pajabat berkepentingan di Kalimantan Tengah dan Kabupaten Kotawaringin Timur selaku tuan rumah.

    Menurutnya, hal ini telah melanggar kesepatakan bersama. Pihaknya mengancam akan berhenti beraktivitas jika hingga malam ini belum ada keputusan dari pemangku kebijakan baik di Kotim maupun Kalteng.

    Dadang menyatakan banyak kerugian yang diterima bila hal itu terjadi. Namun pihaknya terus mencoba berusaha mengajak untuk berkoordinasi agar hal ini bisa diselesaikan dengan duduk bersama.

    Nyataya, hingga kini belum ada tanda kesepahaman. Sehingga management PRK dirugikan miliaran Rupiah. Pihaknya juga sudah melaksananan pekerjaan sesuai prosedur, namun diganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga membuat pekerjaan yang dilakukan menjadi tidak nyaman.

    “Secara teknis dari tidak ada masalah. Saat dipertengahan jalan ternyata ada kendala. Pada prinsipnya kami tidak ingin merugikan orang lain,” kata Dadang, saat Jumpa Pers di Hotel Aquarius, Kamis ( 18/5/2017).

    Dia menambahkan, bahwa PRK merupakan management yang paling istimewa. Sebab EO ini menawarkan yang terbaik untuk pelaksanaan Kalteng Quality Expo. Bagi pelaku Usaha Kecil Menenengah (UKM) dberikan diskon 30 persen dari tiga kategori ukuran tenda. Bahkan PKL gratis disiapkan tempat.

    EO juga tidak memaksa bagi UKM jika membayar dengan mencicil. Jika dibandingkan dengan EO lainnya, Dadang yakin harus dibayar dimuka. Pihaknya selalu ingin bekerjasama dan terbuka bagi semua pihak.

    “Kami siap bekerjsama dan merangkul semuanya. Jadi jangan sampai management kami ini melewati batas. Kita ada standar harga untuk harga stand. Jadi jika ada yang bilang itu mahal. Jelas tidak benar,” pungkasnya.

    (raf/beritasampit.co.id)