​Gawat Harga Karet Semakin Mencekik, Ribuan Warga Terancam Tidak Bisa Berhari Raya

    SAMPIT – Semakin hari, harga jual karet semakin jauh menurun. Kisaran angka yang sebelumnya turun dar Rp 7.500 itu, sampai hari ini Jumat (19/5/2017) sudah jauh dari perbandingan harga beras yang mencapai Rp 8000 sampai Rp 12.000 per kilogramnya.

    “Minggu lalu turun dari Rp 7000 per kilo gramnya menjadi Rp 6.500 perkilo. Minggu ini kabarnya akan turun lagi menjadi Rp 5.900 sampai Rp 5.500 perkilogramnya. Saya saja mungkin minggu ini terpaksa stop dulu membeli,” jata Aryo (37) salah satu pengepul karet warga di Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga dibincangi beritasampit.co.id, (19/5/2017).

    Sementara itu Rian warga Desa Pundu,Kecamatan Cempaga Hulu ini juga mengatakan harga karet di wilayahnya menurun sejak dua minggu terakhir ini. Bahkan saat ini warga masyarakat desa setempat banyak yang beralih profesi lantaran tidak stabilnya harga jual karet saat ini.

    “Ada yang kerja di sawitan, cukup banyak lah yang beralih profesi, harga jualnya minggu lalu masih bisa sampai Rp 6.500, hari ini ada kabar lagi turun Rp 1000 minggu depan,” ungkapnya.

    Bahkan sejauh ini menurutnya harga sembako sudah semakin melonjak, dibandingkan minggu lalu. Namun penghasilan per pekan warga disana masih dibawah standar kebutuhan tersebut.

    “Semua mulai serba naik di pasar maupun eceran, dari harga beras, sampai harga bahan pokok lainnya, yang bertahan hanya harga beras Pagatan, itupun tergantung kualitasnya,” timpalnya.

    Diketahui pasca penurunan drastis harga karet saat ini, ribuan warga,khususnya petani karet di dua kecamatan seperti Cempaga, Cempaga Hulu, terancam tidak bisa merayakan hari besar umat Muslim tahun ini.

    (drm/beritasampit.co.id)