Ayo Gali Potensi Usaha Ditempatmu, Kadin Siap Tempur Demi Majunya Perekonomian Daerah

    SAMPIT – Warga Kotawaringin Timur (Kotim) sepatutnya berbahagia dengan kabar ini. Meskipun masih banyak warga lokal yang belum mengetahui keberadaan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Sampit saat ini.

    Setidaknya dengan adanya Kadin, warga lokal yang memiliki usaha menengah kebawah dapat mencari wadah bernaung agar usahanya bisa berkembang,dan berjalan dengan baik.

    Untuk di ketahui Kadin merupakan suatu Organisasi tempat para pengusaha baik yang memiliki usaha kecil sampai yang besar sekalipun, setarap PBS (Perusahaan Besar Swasta).

    Kegunaan Kadin adalah meneliti, menggali setiap potensi daerah, dan mendata perkembangan ekonomi di daerahnya melalui para pengusaha yang tergabung didalamnya.

    Bahkan tidak hanya itu, Kadin juga merupakan tempat wajib bernaung bagi para pengusaha yang ada di Kotawaringin Timur ini, sebabnya Kadin dilindungi oleh berbagai peraturan perundang undangan, baik Peraturan Presiden, Peraturan Gubernur, dan Peraturan Daerah lainnya seperti yang di ungkapkan Ketua Kadin Susilo, saat berkunjung di Sekertariat PWI Kotim, Rabu (24/52017).

    “Media dan Kadin harus bersinergi, kawal kami dalam menggali semua informasi, baik itu potensi daerah lainnya yang bisa meningkatkan perekonomian daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat terutama dibidang industri,” ungkap Susilo.

    Dalam sesi tanya jawab, salah satu wartawan menanyakan dua bidang industri pertanian yang mana saat ini penjualannya di kalangan masyarakat terus mengalami penurunan, yakni harga Karet dan harga Rotan.

    “Ini sudah saya lakukan sejak dua tahun lalu.Memang Kebijakan pemerintah bisa berseberangan dengan kebijakan Kadin,untuk harga karet dan rotan itu ada kelasnya, yakni Kelas A dan B,warga kita selama ini hanya tau Sadap Timbang lalu jual kepada pengepul,” ugkapnya.

    Menanggapi hal ini Susilo menegaskan warga masyarakat harus tahu bahwa dalam setiap usaha pasti ada persaingan.

    “Kadin sanggup menjadi wadah bernaung bagi para pengusaha,kita akan gerakan bidang ekonomi kreatif. Harga rotan rendah,itu karena ada pesaing, dan harga karet juga rendah karena kelas Karet dari Thailand lebih baik, itu yang membuat hancurnya pasar,” timpalnya.

    Dengan adanya hal ini, dia mengharapakan industri Karet dan Rotan ada wadahnya, yakni membuat pabrik mini dari hasil tangan pemerintah sendiri.

    “Kita tidak boleh kaku, apalagi pelarangan ekspor rotan,juga merupakan dampak dari turunnya harga rotan, oleh sebab itu Rotan akan di gunakan sebagai bahan untuk memfalsilitasi sekolah dan lainnya, bisa saja kursi meja dan lainnya, dan sekolah-sekolah menengah wajib menggunakan bahan dari rotan,” jelasnya.

    Bahkan dia juga meminta bagi seluruh masarakat maupun awak media untuk bekerjasama menggali semua informasi tentang potensi daerah disetiap pelsosok,agar bisa meningkatkan perekonomian daerah itu sendiri.

    “Itulah yang nantinya bisa memajukan daerah ini, banyak sekali potensi yang ada.Jangan jadikan semua itu barang yang bekas. Kadin siap memasarkan keseluruh wilayah, nasional bahkan Internasional,” tutupnya.

    (drm/beritasampit.co.id)