​Cegah Pembuangan Anak, Ini Pesan Kepala P3A dan P2KB Kotim

    SAMPIT – Maraknya Kasus pembuangan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat sejumlah kalangan prihatin dan mengecap tindakan yang dilakukan oleh orang tua bayi membuang anak mereka yanh tak berdosa.

    Selama bulan suci Ramadan 1438 Hijriyah, tepat bulan Juni 2017, terjadi kasus yang menghebohkan masyarakat Sampit, Kotim. Hal itu terjadi di Kecamatan Baamang, Jalan Walter Condrad pada Sabtu (3/6/2017) ditemukan seorang bayi oleh petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

    Namun sayang saat ditemukan bayi tak berdosa yang lahir dengan sempurna tersebut sudah tidak bernyawa lagi. Selang beberapa waktu, kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Citimall Sampit. Kejadian penemuan bayi diperkirakan pada pukul 19.35 WIB, Selasa (13/6/2017) malam. Hal ini juga sempat menghebohkan pengunjung tempat perbelanjaan terbesar di Kotim itu.

    Dan baru-baru ini telah ditemukan lagi bayi berjenis laki-laki di perkebunan sawit PT BSK pada, Jumat,(30/6/2017) oleh dua warga yang hendak mencari jamur, bersyukur malang tersebut kondisinya sekarang terus membaik dan sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.

    Kejadian ini mendapat respon langsung dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (P3A) Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P2KB) Rusmiati, SH.MM saat berkunjung ke rumah sakit RSUD dr. Murjani Sampit, untuk melihat kondisi bayi laki-laki malang tersebut.

    Dirinya sangat prihatin atas kejadian yang terjadi dalam bulan Juni kemaren karena dinilai tidak manusiawi dan berharap agar para orang tua lebih mengawasi anak-anaknya.

    “Kita mengharapkan agar para orang tua terus mengawasi orang tuanya. Jika anak ada masalah, agar bisa cerita kepada orang tua, dan jadikan anak sebagai teman sendiri. Sehingga tidak lagi terjadi masalah kasus pembungan bayi seperti ini,” ucap Rusmiati, kepada beritasampit.co.id, Senin (3/7/2017).

    (bnr/beritasampit.co.id)