​Ini Cerita Rayuan Gombal Pria 19 Tahun, Lepas Celana Selutut Langsung Setubuhi Pacarnya Dibawah Umur 

    PANGKALAN BUN – Entah setan atau ibilis mana, yang telah merasuk anak perempuan dibawah umur (13), setelah dibujuk dan dirayu pacarnya laki-laki dewasa (19), nekad berdua melakukan perbuatan yang tidak senonoh (bersetubuh), sambil melepas celana dalamnya sebatas lutut.

    Peristiwa, kedua anak manusia yang sudah terbuai iblis/setan tersebut cukup menggemparkan warga Kabupaten Kobar, khususnya Kumai. Seperti telah ditayang beritasampit.co.id. Menurut Kapolsek Kumai AKP Hebdry, keterangan dari si pelaku, mengatakan kronologis kejadiannya yakni pada hari Sabtu 1 Juli 2017, sekitar Pukul 10.00 WIB.

    Terlapor dan korban sebelumnya telah janjian bertemu dirumah Rahma anak dari saksi Taslim. Dan Taslim sendiri setelah memperogoki kedua anak yang melakukan mesum, langsung melaporkan kepada orang tua si perempuan.

    Sekitar pukul 13.00 WIB terlapor datang sendiri. Pada Pukul 14.30 WIB Rahma dan 2 adiknya bersama ibunya pergi kepasar, sehingga yang ada didalam rumah (TKP) hanya si terlapor dan korban.

    Selanjutnya terlapor membujuk korban sehingga mau melakukan persetubuhan dengan cara melepas celana sebatas lutut dan melakukan persetubuhan.

    Ketika persetubuhan berlangsung saksi Taslim (saksi,red) melihat, kemudian melaporkan kepada tetangga, pada saat tetangga datang persetubuhan telah selesai. Lalu saksi Taslim menceritakan kejadiannya kepada ibu korban. Atas kejadian tersebut Ibu korban melapor ke Polsek Kumai.

    Atas kejadian tersebut, berbagai tanggapan,dari sejumlah warga di Pangkalan Bun, bermunculan. Mereka banyak berpendapat atas kejadian di Kumai yang tidak senonoh itu, akibat maraknya video-video/foto-foto porno yang ada di internet, yang mudah diakses (dibuka) menggunakan HP.

    “Sekarang jangankan anak SMA, anak-anak SD,SMP saja sudah bebas memiliki HP .Kita, sebagai orang tua mana tahu,anak kita diluar sering mengkases/membuka video/foto porno melalui HP. Dan, jaringan video-foto porno yang ada di internet sulit dihilangkan, itulah dugaan saya kenapa anak-anak dibawah umur atau remaja banyak melakukan hal negative,” beber Asroji warga Pangkalan Bun.

    (man/beritasampit.co.id)