​Pantai Ujung Pandaran Perlu Sabuk Pengaman Pantai Secepatnya

    SAMPIT – Kawasan pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), perlu sabuk pengaman pantai. Mengingat gerusan gelombang pantai air laut menggerus kawasan pantai berikutnya. Karena sabuk atau penangkal ombak yang ada masih belum maksimal mengatasi abrasi pantai itu.

    Hal itu penyingnya perhatian semua pihak, baik instansi terkait serta pemerintah daerah memperhatikan dampak gerusan air laut yang menghantam pasir pantai itu. Dari pantauan beritasampit.co.id, sekitar obyek wisata perumahan betang beberapa bulan lalu terjadi gerusan ombak akibatnya membuat pantai sekitarnya bertambah abrasi.

    “Sudah terpasang penangkal ombak, namun gerusan ombaknya balik memutar kesekitar rumah betang hingga beberapa meter dan perlu penanganan secepatnya. Tanaman pohon kelapa yang ada disekitar pantai itu sudah tergerus abis,” kata Arip warga yang tinggal di Pantai Ujung Pandaran, Rabu (5/7/2017).

    Tak hanya itu, kalau terlambat penangannya, khawatir abrasi akan nyampai ke halaman wisata rumah betang itu. Megingat katanya bulan Juli 2017, telah memasuki musim kemarau dan angin sudah berhembus kencang bertiup ke arah pantai ini. “Kita khawatir kalo lambat penanganan bisa-bisa rumah betang akan kena abrasinya,” ujarnya menuturkan.

    Sementara, Pj Kepala Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Muslih, ST membenarkan perlunya pengamanan tempat objek wisata rumah betang itu. Kalau tidak segera dengan mengolah sabuk pengamannya khawatir musim kemarau tahun ini akan berdampak dengan  menambah abrasi pantainya. “Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk penanganan secepatnya,” harapnya.

    Dia mengakui, saat lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah/2017 Masehi pekan kemaren. Banyaknya pengunjung yang datang ke wisata pantai Ujung Pandaran cukup ramai, meskipun kurang dari  tahun lalu.

    Bahkan katanya, mereka (pengunjung) yang datang dan, terdata dari tiket saat memasuki gerbang pantai berjumlah ribuan orang. “Berdasar data karcis retribusi yang memasuki kawasan pantai dihari kebaran kedua sebanyak 17.000 orang pengunjung. Belum termasuk mereka yang langsung memasuki villa sekitarnya, seperti, Kamp Kobes, Villa Test, Villa Yen dan lainnya,” kata Muslih.

    Disamping itu, lanjutnya, kawasan pantai sangat menjanjikan sebagai pemasukan buat Pendapatan Asli Daerah( PAD) kabupaten kedepan yang bagus dan baik. Hal itu tergambar dari tingkat jumlah pengunjung yang berdatangan, ada yang dari Palangkara Raya, Kasongan, Sampit dan sekitarnya. 

    Khususnya mereka yang berasal dari wilayah sekitar perusahaan perkebunan sawit. “Sayangnya kebersihan terhadap pantai kurang memadai karena terbatasnya porsonel,” ujarnya.
    (mar/beritasampit.co.id)