​Kasatreskrim AKP Samsul Bachri : Kasus OTT Satpol PP Cacat Hukum

    SAMPIT – Kasus opersai tangkap tangan (OTT) yang di lakukan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa waktu lalu terhadap pegawai Puskesmas I Ketapang Sampit, sampai saat ini masih menjadi perbincangan hangat masyarakat setempat.

    Kepala Satuan Unit Reserse Kriminal Polisi Resor Kotim AKP Samsul Bachrie, SE. SIK mengatakan, dari hasil gelar penyidikan kasus OTT oleh Satpol PP ditemukan bahwa kasus tersebut cacat hukum.

    “Kasus OTT yang di lakukan oleh Satpol PP beberapa waktu yang lalu kami sudah lakukan penyidikan, adalah cacat hukum. Kami tetap akan melakukan penyidikan ulang, yaitu penyidikan ulang terkait pemotongan insentif yang dilakuakn oleh Puskesmas I Ketapang tersebut,” kata Samsul, Rabu (12/7/2017).

    Samsul juga menerangkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi untuk mengetehaui apakah pemotongan intensif tersebut dilakukan untuk memperkaya diri.

    “Kita lagi memeriksa saksi. Sekarang ada empat saksi. Kita akan lakukan pemeriksaan terhadap semua pegawai Puskesmas I Ketapang terkait pemotongan insentif itu. Kalau memang terbukti pemotongan insentif dlakukan dengan maksud memperkaya diri sendiri, dan tanpa diketahui pegawai Puskesmas, semua itu akan kami tindak lebih jauh lagi. Tapi kalau memang tidak terbukti akan kami berikan pemberitahuan kepada rekan-rekan media bahwa tidak terbukti melakukan pungutan untuk memperkaya diri sendiri,” teranganya.

    Terlepas dari permaslahan OTT, adalah pihaknya yang akan melakukan penyelidikan, bukan Satpol PP. Kemudian tidak akan langsung main tangkap. Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan tanpa ada campur tangan dari pihak manapun.

    “Kalau untuk masalah sanksi untuk Satpol PP tanyakan pada pemerintah daerah (Pemda), karena mereka juga telah melakukan pemeriksaan serta menyatakan cacat hukum. Sedangakan untuk semua jumlah saksi di Puskesmas Ketapang I, ada empat puluh satu orang dan teatap akan kami lakukan pemeriksaan semua. Dari hasil penyidikan untuk sementara ini kami masih mengangap ini cacat hukum,” jelas Kasatreskrim AKP Samsul.

    (im/beritasampit.co.id)