​Pihak Sekolah Bakal Kena Sanksi Jika Adakan MOS Tidak Sesuai Aturan

    SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H. Abdul Sahid meminta supaya pihak sekolah terutama panitia Masa Orentasi Siswa (MOS) yang sekarang diubah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk dapat melakukan kegiatan yang bersifat idukatif dan kreatif.

    “Panitia harus paham bagaimana melakukan kegiatan yang bersifat idukatif dan kreatif untuk mewududkan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan bukan mendidik kekerasan,” kata Sahid, Rabu (12/7).

    Politisi fraksi PKS ini juga meminta supaya selama penyelenggaraan MOS pihak sekolah supaya rutin memantau kegiatan dengan menugaskan minimal 2 orang pengawas dari guru sekolah. Hal itu, ditegaskan Sahid, guna untuk memantau jika terjadinya penyimpangan yang dilakukan pihak panitia MOS.

    Sahid juga mengingatkan jika selama MOS ada yang melakukan peloncoan hingga kekerasan maka pihak sekolah akan diberikan sanksi sesuai Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud)

    “Apabila terjadi peloncoan maupun kekerasan atau semacamnya, maka pihak sekolah akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan Pemendikbud No.85 tahun 2015, tentang pencegahan dan penanggulangan tindakan kekerasan satuan pendidikan,” tutupnya.

    (fzl/beritasampit.co.id)